oleh

Permen Andong Sabet Juara 3 ENASCO Dalam Ajang ECODAYS 2019

BANJARBARU, koranbanjar.net – ECODAYS telah diadakan sejak tahun 2012, sehingga pada tahun 2019 ini merupakan ECODAYS yang ke-8. ECODAYS 2019 yang diselenggarakan dalam empat hari berturut-turut pada tanggal 10-13 Oktober 2019 ini mengusung tema “Empowering The Nation Through Eco-Friendly Ideas”.

Melaui tema tersebut, diharapkan para peserta dan masyarakat umum mampu menggunakan pengetahuan serta keahliannya untuk menciptakan ide dan inovasi ramah lingkungan yang berbasis teknologi.

Selain itu, tema ini juga mengandung makna agar seluruh lapisan masyarakat turut serta melakukan pemberdayaan dan pengelolaan sumber daya alam dalam rangka untuk memajukan bangsa.

ECODAYS 2019 akan menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Kimia Eco-SMART serta berbagai lomba antara lain DECHETS serta EBICO untuk mahasiswa-mahasiswi dan ENASCO yang diperuntukkan bagi siswa-siswi.

ENASCO (Ecodays National Essay Competition) sendiri, lomba menulis esai atau opini yang berskala nasional yang dapat mengembangkan bakat siswa dalam menulis opini berdasarkan data di lapangan, sebagai media untuk menampung aspirasi para siswa dan sebagai media peyaluran inovasi dari para siswa yang ada di Indonesia untuk mengutarakan solusi dari problematika permasalahan terkait lingkungan hidup berdasarkan ide-ide kreatif.

Dalam ajang yang dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini, SMK-PP Negeri Banjarbaru mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ENASCO. Mereka yang mewakili yakni Halimatus Sa’diyah dan Nur Aisyah Amaliah.

Keduanya merupakan siswi yang duduk di bangku kelas XII Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan tergabung dalam kelompok HANUR yang merupakan singkatan dari nama mereka berdua.

Nur Aisyah Amaliah menuturkan bahwa Ia dan Halimatus Sa’diyah tidak menyangka bisa memperoleh juara 3. Pasalnya sewaktu melakukan persentasi, mereka banyak mendapat kritikan dari para juri. Tetapi mereka juga bangga, karena esai mereka merupakan salah satu yang terbaik dari 10 besar finalis yang mengikuti ajang ini.

“Gugup, soalnya begitu tiba saat pengumuman yang diadakan pada saat Gala Dinner di Hotel Megaland Surakarta kami tidak mengira sama sekali kalau kami keluar sebagai salah satu juara. Mengingat, kami merupakan kelompok yang banyak mendapat masukan, kritikan, bahkan pertanyaan dari juri,” papar Aisyah.

Dalam persentasinya, Hanur mengemukakan esai dengan judul “Pemanfaatan Tanaman Andong Sebagai Usaha Yang Bernilai Ekonomis”. Dalam esai itu, mereka membuat permen dari ekstrak tanaman andong.

Dimana permen tersebut diklaim membawa banyak manfaat sebagaimana manfaat yang terdapat dalam tanaman andong. Permen Andong ini juga telah melalui uji lab yang dilaksanakan di Laboratorium FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Untuk ke depannya, Hanur akan terus melanjutkan penelitiannya terhadap tanaman andong. Salah satunya dengan cara memperhatikan masukan dari para juri ECODAYS 2019. (tm/maf)

Komentar

Jangan Lewatkan