Perempuan Berperanan Penting dalam Pemilu

oleh -75 views
PEREMPUAN - Jadi topik tema sosialisasi pemilu oleh KPU Banjarbaru dan TP PKK Banjarbaru.

BANJARBARU,KORANBANJAR.NET – Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarbaru Syarifah Mariatul Said Abdullah menghadiri Acara Pembukaan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Bagi Perempuan yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru, Selasa (05/03/2019).

Kegiatan bertempat di Aula Gawi Sabarataan Kota Banjarbaru.
Tampak Komsisioner KPU Kota Banjarbaru Hereyanto sekaligus membuka Sosialisasi Pendidikan Pemilih Bagi Perempuan, Sekretaris KPU Kota Banjarbaru dan anggota PKK serta Dharma Wanita Persatuan se Kota Banjarbaru.

Hj Ririen menyampaikan, tanggal 17 April nanti, akan diaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sebagai bagian dari pemilu serentak tahun 2019.

“Indonesia adalah sebuah negara demokrasi, pemilu merupakan salah satu pilar utama dari sebuah proses akumulasi kehendak masyarakat. Pemilu juga sekaligus merupakan prosedur demokrasi untuk memilih pemimpin,” ujarnya.

Peran dari perempuan sangatlah dominan dalam menentukan siapa pemimpin masa depan. Maka dari itu gunakanlah hak pilih pada pemilu tanggal 17 April nanti.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemilih Indonesia yang telah terdaftar mencapai 192.828.520 orang terdiri dari 96.271.476 laki laki dan 96.557.044 perempuan.

Pemilih perempuan lebih banyak 285.568 suara daripada pemilih laki laki. Tentunya bisa disadari, perempuan memiliki andil suara besar dalam pemilu tahun 2019 ini.

“Kesadaran akan membuat perempuan lebih menegaskan perannya dalam pemilu 2019, tidak sekadar menjadi objek tapi juga menjadi subjek yang terlibat aktif ikut merumuskan pemenangan,” ucapnya.

Serta mengambil peran aktif dalam menggerakkan roda nasionalisme negara. Kegiatan yang dilaksanakan tentunya merupakan bagian dari pendidikan politik bagi para pemilih, khususnya para pemilih perempuan,untuk mempersiapkan diri  menjadi pemilih yang cerdas.

Sosialisasi pendidikan pemilih bagi perempuan merupakan mata rantai dari tahapan kegiatan persiapan menghadapi pemilu yang akan datang, diharapkan dapat menyempurnakan pemahaman bagi pemilih perempuan khususnya.

“Kader PKK serta anggota Dharma Wanita sebagai contoh dari perempuan Kota Banjarbaru diharapkan dapat menjadi contoh untuk pemilih perempuan lainnya agar dapat menjadi pemilih yang cerdas serta turut aktif dalam mengawal pemilu tahun 2019 ini,” sebutnya.

Dengan sosialisasi akan mendapatkan informasi secara lengkap, tentang apa dan bagaimana penyelenggaraan pemilu beretika dan bermartabat, serta apa yang diharapkan dari keperansertaan masyarakat pemilih, apa dampaknya apa bila memilih atau tidak memilih, apa saja tahapan harus dilakukan, siapa saja dilibatkan pada kegiatan itu, dan lain sebagainya. Ikutilah kegiatan sosialisasi dengan baik.

Hj Ririen Nadjmi Adhani berharap, melalui sosialisasi pendidikan pemilih bagi perempuan, diharapkan bisa menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan peran serta perempuan khususnya dalam memenuhi hak hak perempuan menentukan pemimpin negara.

“Dan diharapkan kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi juga dilakukan secara berkesinambungan agar dapat terus meningkatkan peran aktif perempuan menggerakkan roda nasionalisme negara,” harapnya.

Komisioner KPU Kota Banjarbaru Hereyanto menyampaikan bahwa karena seorang perempuan adalah sesuatu yang sangat menentukan masa depan.

“Khususnya di Kota Banjarbaru peran perempuan di masyarakat dan juga organisasi perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Dengan besarnya peran seorang perempuan termasuk dalam partisipasi politik dalam meningkatkan pemilih pada pemilu 2019 ini, terutama kepada orang terdekatnya tetang pentingnya menggunakan hak pilih pada pemilu ini,” ujarnya.(maf/humaspemkobjb).

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan