oleh

Perbaikan Saluran Drainase Di Bincau Terkendala Tiang Reklame

MARTAPURA,koranbanjar.net – Menghadapi musim penghujan, perbaikan drainase intensif dilaksanakan Dinas PUPR Kabupaten Banjar. Perbaikan itu dilakukan terutama di kawasan Kecamatan Martapura Kota, seperti di Bincau, Sekumpul, Menteri Empat, dan Tanjung Rema.

Jika di tempat lainnya berupa perbaikan atau rehab dengan memperbaiki drainase yang ada, maka di Desa Bincau atau lebih tepatnya di seberang perkantoran Pemkab Banjar seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pendidikan (Disdik) dilakukan pembangunan baru.

Beberapa orang pekerja pembuatan drainase di Desa Bincau, tampak sudah beberapa pekan belakangan bekerja.

Aktivitas mereka mengukur, menggali, bikin pondasi,  pasang batu gunung, mengaduk semen campur pasir dan air.

Seorang warga setempat mengatakan, selama pembangunan drainase baru ini jembatan atau titian sementara sebagai penghubung ke jalan, dibikin secara swadaya atau sendiri.

Ia berharap pada Dinas PUPR Kabupaten Banjar supaya nanti membangunkan jembatan atau titian milik warga yang telah dibongkar selama pembangunan drainase.

“Mudah-mudahan dibuatkan nanti jembatannya,” kata lelaki penjual pakan ayam itu, Kamis (17/10/2019).

Seorang pekerja yang tampaknya memimpin para pekerja lainnya alias mandor, ketika dihampiri koranbanjar.net menyebutkan, pembangunan drainase ini diproyeksikan sepanjang 445 meter. Mulai depan Komplek Bincau Indah II atau biasa disebut Genteng Merah hingga depan warung dekat jembatan irigasi Bincau.

Perihal keinginan warga untuk dibuatkan jembatan atau titian, hal itu sudah termasuk dalam proyeksi yanf direncanakan Pemkab Banjar melalui Dinas PUPR Kabupaten Banjar.

“Ada  jalan masuk genteng merah, ada juga jalan atau jembatan milik warga nantinya turut dibangun baru. Semua sudah ditentukan panjang dan lebarnya,” kata Yanto, mandor dari para pekerja.

Namun, ada satu hal menarik yang sepertinya menjadi kendala bagi para pekerja.

Keberadaan satu buah tiang reklame tampak menjorok ke bahu jalan, sehingga menyulitkan kelurusan sepanjang drainase. “Kita upayakan ada solusi teknisnya,” katanya. (dya)

Komentar

Jangan Lewatkan