Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Penyuluhan Keamanan Pangan untuk 45 Pelaku Usaha di Martapura Barat

  • Bagikan
Bimbingan teknis untuk 45 pelaku usaha di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat, Rabu (10/11/2021). (Sumber Foto: Kominfo Banjar/koranbanjar.net)

Sebanyak 45 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) tentang penyuluhan keamanan pangan angkatan I fasilitas Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), di salah satu rumah makan lesehan di Desa Handil I Penggalaman, Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Rabu (10/11/2021) pagi.

BANJAR,koranbanjar.net – Kegiatan diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banjar ini, bertujuan untuk meningkatkan mutu produk yang bersih dan higienis.

“Bimtek ini kita adakan selama dua hari. Di mana jumlah total peserta yang mengikuti sebanyak 90 pelaku usaha IKM yang berada di 20 kecamatan Kabupaten Banjar,” terang Kepala Disperindag Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati.

Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini jadi kita bagi menjadi dua sesi.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini para pelaku usaha binaan tersebut bisa menghasilkan produk yang bersih serta higienis, sehingga layak jual dan layak konsumsi.

“Kegiatan ini salah satu upaya agar hasil produk binaan nantinya mudah mendapatkan sertifikat PIRT. Untuk mendapatkan izin PIRT, minimal olahan produk pelaku usaha IKM masa simpannya bisa sampai tahan 7 hari,” harapnya.

Selanjutnya kata Made, produk olahan IKM yang kebanyakan makanan kering ini akan diuji di laboratorium sebagai kelayakan makanan dan keamanan pangan terjamin.

“Produk olahan mereka itu harus dinyatakan negatif berdasarkan hasil laboratorium nanti. Agar bisa dinyatakan layak makan dan keamanan pangan terjamin,” ujarnya.

Untuk desain label produk olahan para pelaku IKM ini, Disperindag sudah menyediakan tempat untuk pembuatan tersebut.

“Rumah Kemasan Banjar milik Disperindag ini, kita sediakan sebagai tempat desain label produk yang akan dibuat sesuai desain masing-masing pelaku usaha IKM, dan untuk pembuatan label tersebut tidak dipungut biaya atau gratis,” tutupnya. (kominfobanjar/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *