oleh

Penyelenggaraan ‘Atur Dahar’ Melestarikan Tradisi Adat Banjar  

BANJARBARU, koranbanjar.net – Penyelenggaraan ‘Atur Dahar’ merupakan pelestarian salah satu upacara adat atau kebiasaan masyarakat Banjar, yang sekarang jarang diadakan.

Sabtu (30/11/2019) tadi sekitar pukul 20.00 Wita di kediaman Ketua Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) Kalsel Jalan Kasturi Kota Banjarbaru, upacara adat Banjar ini dapat terlaksana.

Ketua LAKPL Kalsel H Gusti Rendy Firmansyah memaparkan, diadakannya upacara Atur Dahar tidak lain adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT bahwa kita dikaruniakan nikmat iman dan Islam dari zaman Pemerintahan Sultan Banjar yang pertama yaitu Sultan Suriansyah hingga era sekarang.

“Upacara adat tersebut merupakan salah satu media silaturahmi yang sangat sakral antar kerabat zuriat dan masyarakat dalam mempererat tali silaturahmi dalam upaya pelestarian adat istiadat, Atur Dahar sudah ada di masa sebelum Islam resmi menjadi agama Kerajaan Banjar,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi koranbanjar pada Rabu (4/12/2019) tadi.

Pada era sebelum Islam tujuan dari pelaksanaan upacara adat ini adalah mengatur dahar atau memberi makan kepada makhluk-makhluk gaib, dengan harapan agar tidak mengganggu ketenangan dan ketentraman kehidupan masyarakat dan kerajaan pada masa itu.

Penyelenggaraan ‘Atur Dahar’ Melestarikan Tradisi Adat Banjar
Menjaga dan melestarikan adat Banjar dengan pelaksanaan Atur Dahar. (Foto: ist/koranbanjar.net)

Atur dahar merupakan adat atau kebiasaan yang diwujudkan dalam bentuk hidangan sesajian berupa wadai dan makanan tradisional Banjar, berjumlah 41 macam.

Dihaturkan bemamang kepada leluhur dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, saat prosesi Atur Dahar.

Setelah Islam resmi menjadi agama di Kerajaan Banjar, maka upacara adat Atur Dahar disesuaikan dengan ajaran syariat Islam, diisi dengan lantunan salawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memanjatkan doa kehadirat Allah SWT, untuk memohon keselamatan dan keberkahan kebaikan dunia dan akhirat.

“Banyak upacara adat yang disesuaikan dengan syariat Islam, dan ini juga sekaligus menghindari dari prilaku perbuatan syirik bagi yang melaksanakan,” cetusnya.

Turut hadir di acara tersebut dari kalangan para habaib, Perangkat pengurus LAKPL dan korwil-korwil lembaga, kalangan tokoh kerabat zuriat pagustian dan masyarakat umum, juga turut hadir H Abdul Malik Zainuddin, Ketua Perkumpulan Ukhuwah Angkatan Muda Zuriyat Syekh Muhammad Arsyad Al- Banjari.

Kemudian, dalam kesempatan acara yang hikmat tersebut didaulat beberapa orang kerabat zuriat yang sudah berjasa dan berdedikasi dalam upaya pelestarian adat istiadat dan sejarah banua Banjar, diantaranya penganugerahan kepada H Gusti Syarif dari Kuin Banjarmasin sebagai Dewan Pembina LAKPL dan Mansyur S.Pd M.Hum di Dewan Pakar Sejarah sebagai Cendikia Laut Pulo LAKPL

Serta penganugerahan Dewan Kehormatan Adat LAKPL ke beberapa tokoh diantaranya yaitu H Alariansyah dan H Zaimidiansyah dari Kuin Banjarmasin dan Humas Kerukunan Keluarga Kalimantan Sumatera Selatan (K3SS) yang juga merupakan Zuriyat Gusti Kacil, H Gusti Yanto Manaf.

“Semoga kedepannya akan banyak dari kalangan masyarakat banua banjar di mana pun mereka berada, peduli terhadap pelestarian adat istiadat serta penggalian sejarah seni budaya di kalangan generasi muda yang bisa ditampilkan baik di level daerah, nasional maupun Internasional,” harapnya. (dya)

Komentar

Jangan Lewatkan