Kantor Imigrasi

Penyebab Warga Alalak Gantung Diri Karena Gangguan Jiwa

  • Bagikan
Korban bunuh diri karena gangguan jiwa di Kota Banjarmasin. (foto: yanda)
Korban bunuh diri karena gangguan jiwa di Kota Banjarmasin. (foto: yanda)

Penyebab warga Alalak Pulau RT 07, Kecanatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Hendrianoor (20) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri disebutkan ayahnya, Amir Hasan, karena mengalami gangguan jiwa.

BATOLA, koranbanjar.net – Tidak lama setelah ditemukan tergantung dengan seutas tali di dalam rumah, penyebab Hendrianoor (20) nekat menghabisi hidupnya sendiri pada Sabtu malam, (15/5/2021) sekitar pukul 21.30 WITA, karena sudah cukup lama mengalami depresi hingga gangguan jiwa. Bahkan dia sering keluar masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

Menurut ayah korban, Amir Hasan saat ditemui koranbanjar.net pada Minggu, (16/5/2021) di Alalak Berangas, Hendrianoor sudah pernah ingin melakukan bunuh diri, akan tetapi gagal karena ketahuan keluarganya. Untuk kedua kalinya ini, pihak keluarga tak bisa mencegah, karena sudah kadung terjadi.

Amir Hasan mengakui, anaknya itu tengah mengalami defresi berat karena persoalan keluarga. Bahkan sebelum kejadian ini, korban sering keluar masuk RSJ Sambang Lihum untuk menjalani perawatan jiwa.

Diakui pula, Hendrianoor memang tinggal sendiri di rumah yang beralamat di Alalak Pulau seberang. Dia hanya ditemani kerabat yang tinggal bersebelahan rumah. “Saya memang sudah lama tidak serumah dengannya, sejak dia menganiaya ibu tirinya karena ada dipicu masalah keluarga,” ucap dia.

Sementara itu, terungkapnya kematian Hendrianoor dengan cara gantung diri, ketika pihak keluarga ingin menjenguk, karena cukup lama tidak bertemu.

Diselimuti kekhawatiran, keluarga korban Suriadi mendatangi rumahnya di Alalak Pulau. Sesampainya di sana, rumah korban terkunci, kemudian dia berusaha membuka pintu.

Nah, saat membuka pintu, Suriadi terkejut setengah mati, melihat tubuh Hendrianoor sudah tergantung dengan tali terjerat di bagian leher, badan yang sudah membengkak serta dipenuhi belatung dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Melihat kejadian itu Suriadi segera memberitahukan kejadian ini kepada ayah korban yang tinggal di Alalak Berangas, yang rumahnya berseberangan dengan Alalak Pulau.

Disusul dengan kedatangan anggota kepolisian Alalak Berangas, kemudian jasad korban langsung dievakuasi tim relawan emergency ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk divisum.

Kapolsek Berangas, IPDA Iman Juana saat dikonfirmasi membenarkan perihal korban gantung diri di Alalak Pulau pada Sabtu malam, (15/5/2021) sekitar pukul  21.30 WITA.(myr/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *