Penting Memahami Ilmu Jurnalistik, Mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru Dilatih Dasar

  • Bagikan
Masduki saat memberikan pelatihan jurnalistik kepada para mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru (Sumber Foto: Masduki)

Belasan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Ulum Kabupaten Kotabaru antusias mengikuti pelatihan dasar jurnalistik, Rabu (10/11/2021) kemarin.

KOTABARU, koranbanjar.net – Melalui pelatihan jurnalistik tersebut, diikuti para mahasiswa dari beberapa semester, dan tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa bidang jurnalis ikut dalam pelatihan.

Pelatihan itu juga digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Darul Ulum Kotabaru, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan para mahasiswa dalam dunia jurnalistik

Bahkan pelatihan dasar Jurnalistik, juga diberikan langsung oleh seorang jurnalis bernama Masduki, dari salah satu media di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang bertugas di wilayah Kotabaru.

Ketua STIT Darul Ulum Kotabaru, Muhammad Zaim, mengatakan pelatihan jurnalistik digelar disamping memberikan wawasan lebih kepada para mahasiswa ihwal dunia jurnalistik, atau kewartawanan.

“Wawasan bidang, ataupun dasar-dasar jurnalistik cukup penting diketahui para mahasiswa. Utamanya, di era modern, dan globalisasi ini” ucapnya, Kamis (11/11/2021)

Selain itu, sambungnya, pelatihan jurnalistik ini dilaksanakan juga memenuhi salah satu syarat untuk STIT Darul Ulum meningkatkan akreditasi.

“Terimakasih untuk Masduki yang sudah berkenan hadir dan memberikan pelatihan.  Semoga semakin sukses. Dan terus memberikan informasi tercepat, dan terpercaya kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementata itu, Masduki mengatakan, dengan diberi kepercayaan untuk menjadi pembicara dalam memberikan pelatihan jurnalistik kepada mahasiswa, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya.

Terlebih, keilmuan tentang dasar-dasar jurnalistik cukup penting dipahami oleh para mahasiswa. Utamanya, di tengah tantangan era globalisasi.

Ia juga mengatakan, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami, dan membedakan antara produk jurnalistik dengan pruduk yang tersebar di media sosial.

“Nah, dengan begitu, para generasi muda, atau mahasiswa dapat lebih bijak, dalam bermedia sosial, dan tidak termakan informasi bohong, alias hoax,” pungkas Duki sapaan akrabnya. (cah/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *