Tak Berkategori  

Pengunaan Dana Desa tidak Jelas, Warga “Serbu” Kantor Desa

TABALONG, KORANBANJAR.NET – Puluhan warga berkumpul di balai Desa Pamarangan Kiwa RT 02, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Jum’at (20/7/2018) sekitar pukul 10.00 wita.

Warga ini berkumpul di desa, karena menuntut kepala desa serta aparat desa untuk terbuka masalah dana yang digunakan desa.  Pasalnya, pembangunan di desa tersebut dinilai belum sesuai dengan RAPD.

Sebelum menuju ke balai desa, mereka terlebih dulu menyambangi Kantor Polsek setempat untuk meminta izin melaksanakan aksi. Atas izin pihak kepolisian yang dibaremgi dengan pesan jangan anarkis, wargapun menuju balai desa.

Salah seorang warga desa setempat, Alex mengungkapkan, pihaknya melakukan aksi tidak ada unsur paksaan dari siapapun, melainkan inisiatif sendiri. Aksi yang dilakukan warga ke kantor balai desa itu disambut Kepala Desa Pamarangan Kiwa, Birhasani dan para Kaur Desa.

Warga cuma ingin tahu pengeluaran anggaran dana yang digunakan untuk pembangunan gedung Posyando. Pasalnya bangunan yang sudah terbangun tidak sesuai dengan anggaran yang ada. “Makanya kami mendatangi kantor kepala desa,” ujar Alex.

Alex menambahkan, Sekdes Pamarangan Kiwa, Yunita menanggapi, bahwa masalah dana tidak boleh terbuka untuk umum.

Anggaran dana untuk pembangunan Posyandu itu sebesar Rp16.973.000, sedangkan bangunan yang berukuran 4 X 6 tersebut dihitung-hitung masyarakat cuma Rp10 juta an. “Kemana sisanya?” imbuhnya.

Masyarakat pun bertanya tanya , sampai hari ini, Selasa (24/7/2018) pihak desa tidak memberikan titik terang atas pertanyaan warga setempat.(ami/sir)