oleh

Pengrajin Perak asal Mojokerto Balajar ke Martapura

MARTAPURA,KORANBANJAR.NET – Pengrajin perak dari Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedek, Mojokerto didampingi pejabat dari Mojokerto dan Universitas Surabaya (Ubaya) selama 3 hari berada di Kabupaten Banjar. Keberadaan mereka di Bumi Serambi Makkah ini bertujuan untuk  menyelami keterampilan pengrajin perhiasan dan strategi pemasaran perhiasan dari Kabupaten Banjar.

Pimpinan rombongan sekaligus Dosen Ubaya, Kumara Sadana Putra, yang mendalami desain produk kreatif mengaku tertarik dengan kerajinan Martapura.

“Kunjungan ini bagian dari pengabdian masyarakat Ubaya serta menghidupkan lagi pengembangan desa berbasis ekowisata berbasis keterampilan di Batan Krajan,” ungkap Kumara di Disperindag Banjar, kemarin (26/07/2018) siang.

Ditambahkan studi banding ke Kabupaten Banjar ini  khusus mendalami kerajinan unggulan Kabupaten Banjar serta memperkaya desain produk khas Batan Krajan untuk memperkuat daya ungkit produk lebih dikenal di pasaran, serta mengikat kerjasama kedua belah pihak dalam promosi.

“Batan sempat booming dengan perak, sekarang mulai merangkak lagi setelah imbas moneter yang memukul keras usaha kecil warga setempat,”katanya.

Rombongan 8 orang tersebut juga akan berbagi pengetahuan serta berkunjung ke sentra kerajinan di Pekauman, pasar perhiasan, menyaksikan objek wisata khas Banjar dan pendulangan.

“Nama Martapura sangat melegenda, belum lengkap tanpa berkunjung ke kota santri ini serta mencari perhiasan.  Apalagi di Banjar memiliki UPT Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batu Mulia (LPSB) yang memiliki peran penting menerbitkan sertifikasi batu mulia,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas  Perindustrian dan Perdagangan Banjar HM Ramlan melalui Kepala Bidang ILMEASA Linda Yunianti menegaskan,  pihaknya siap mendampingi seluruh rangkaian studi banding pengrajin dari Mojokerto tersebut.

Bidang ILMEASA, tegasnya, memiliki kepentingan memperkenalkan komoditi  produk unggulan di Kabupaten Banjar, antara lain batu permata, matu mulia, aksesoris berupa gelang, kalung, kain dan baju sasirangan.(sai/sir)

 

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: