oleh

Pengembangan Pasar Baharu Utara Terhambat Akibat Tak Ada Kejelasan Hibah

KOTABARU, koranbanjar.net – Hingga kini, proses hibah bangunan pasar di Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, masih tak ada kejelasan. Pasalnya, pasar yang sudah beroperasi selama 10 tahun lebih milik Pemkab Kotabaru itu belum juga diserahkan ke pemerintah desa setempat.

Selain itu, lahan sekitar 30×20 meter persegi peninggalan PU seksi pada 1980 yang terletak di belakang pasar Desa Baharu Utara, juga terkatung-katung tak ada kejelasan kapan dihibahkan.

Akibatnya, pelebaran bangunan pasar, penambahan los serta pembangunan lahan parkir pasar tak bisa dilakukan hingga kini.

“Proses hibah tanah jadi terkatung-katung karena lahan dan bangunan pasar tidak terdaftar atau tercatat sebagai aset daerah. Padahal ketika PU seksi berubah menjadi Dinas PU pada 2002, semua aset PU seksi secara otomatis menjadi aset daerah. Itu sesuai Undang-Undang Otonomi Daerah Tahun 1999,” kata Kepala Desa Baharu Utara Kamarudin kepada koranbanjar.net, Rabu (18/9/2019).

Selama ini, diceritakan Kamarudin, para pengunjung pasar terpaksa memarkir kendaraanya di pinggir jalan raya.

“Karena memang pasar itu tidak memiliki lahan parkir khusus. Jika lahan peninggalan Pu seksi itu sudah dihibahkan ke pemerintah desa, maka kami bisa memanfaatkannya untuk penambahan los pasar ke belakang dan tempat parkir,” ujarnya.

Terkait pungutan retribusi pasar, Kamarudin mengatakan baru dilaksanakan pada Maret 2018. Uang retribusi dimasukkan menjadi pendapatan desa.

Baca juga: Sudah 10 Tahun Berjalan, Pasar Baharu Utara Belum Diserahkan Ke Desa

“Itupun hanya Rp 1.000 per satu pedagang. Itu hanya sedikit kami dapat, karena jumlah total pedagangnya hanya 30 orang. Itupun jika turun semua, kalau tidak turun tidak kami pungut retribusinya. Jadi di tahun 2019 ini uang retrebusi kami yang masuk di APBDes hanya mencapai Rp 37 juta,” jelasnya.

Kamarudin berharap Pemkab Kotabaru bisa segera menghibahkan bangunan pasar beserta lahannya kepada Pemerintah Desa Baharu Utara. (cah/dny)

Komentar

Berita Terkini