Tak Berkategori  

Pengembangan Jaringan Perpipaan Perlu Dana Cukup Fantastis

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Mengenai komitmen yang diminta PDAM Intan Banjar untuk pengembangan jaringan perpipaan untuk wilayah Bandara Syamsudin Noor dan sekitarnya yang ternyata memerlukan dana dengan total Rp120 miliar.

Dalam perhitungan yang sudah dilakukan oleh pihak PDAM Intan Banjar melalui Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar, dana yang diperlukan untuk pengembangan jaringan perpipaan itu sangatlah banyak.

“Kalau yang kita perhitungkan kemarin, untuk pipa saja dari Pinus sampai dengan Jalan Gubernur Syarkawi, memerlukan dana sekitar Rp120 miliar. Karena kita sudah mendapatkan sistem yang handal, jadi harus disesuaikan dengan pipanya,” ucap Said saat ditemui koranbanjar.net, Jumat (10/08) lalu.

Menurutnya, dana yang diperlukan tersebut sangatlah banyak. PDAM Intan Banjar juga sudah meminta komitmen kepada Pemerintah Kota Banjarbaru dan DPRD Kota Banjarbaru sebanyak Rp75 miliar. Tetapi, pada rapat terkahir, dana tersebut hanya disetujui sebesar Rp35 miliar.

“Karena kita juga memahami keuangan Pemko Banjarbaru atas usulan dari kami. Mudahan-mudahan dari Pemerintah Provinsi juga bisa membantu dari dana APBN,” katanya.

Bagaimanapun, lanjut Said, pada 2019 nanti diharapkan pipa-pipa tersebut bisa terhubung dan dapat difungsikan untuk wilayah yang belum maksimal pensuplaian airnya selama 24 jam.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Ir.Syamsuri mengatakan bahwa pengajuan investasi dari Pemerintah Kota Banjarbaru untuk PDAM Intan Banjar akan mendapatkan profit dalam jangka panjang.

“Investasi tersebut merupakan investasi jangka panjang Pemerintah Kota Banjarbaru yang memiliki saham sebesar 27% di PDAM Intan Banjar, yang mana keuntungan atau profit itu akan dapat diterima setelah paling tidak 80% wilayah di Banjarbaru mendapatkan dan menggunakan air bersih dari PDAM,” ucapnya.

Secara bertahap sejak tahun 2007 sampai 2017 sudah sebanyak Rp103 miliar Pemerintah Kota Banjarbaru berinvestasi untuk PDAM, baik berupa fresh money (berbentuk uang) sebesar Rp58 miliar maupun aset fisik (hasil pekerjaan, jaringan pipa dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarbaru) sebesar Rp45 miliar.

“Tahun 2019 pengajuannya sebesar Rp75 miliar, tapi setelah Pemko Banjarbaru melakukan analisa dan kajian mendalam dengan BPKD dan Bappeda, Pemko Banjarbaru hanya menyanggupi sebesar Rp35 miliar,” ujarnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru sudah meminta persetujuan dari DPRD dan DPRD menyadari bahwa program jaringan baru PDAM tersebut guna menunjang pengembangan Aerocity atau kota berbasis bandara yang merupakan program strategis nasional, programnya pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah kota.(maf/ana)