Baznas

Penerima Vaksin di Kabupaten Banjar Mencapai 20.839 Orang

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr.H.Diauddin (foto: aristi)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr.H.Diauddin (foto: aristi)

Di masa pandemi COVID-19, tentu saja masyarakat membutuhkan anti body untuk pencegahan seperti vaksinasi. Namun saya, masih ada warga yang tidak percaya dengan vaksin COVID-19 di Kabupaten Banjar.

BANJAR, koranbanjar.net – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin mengungkapkan target dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banjar.

Ada beberapa target, pertama kita menargetkan tenaga kesehatan. Kita sudah memvaksinasi 118 % untuk tenaga kesehatan. Kedua, untuk pelayanan publik.  Vaksin pertama sudah 128, 64% dari targetnya, jumlahnya itu 20.839 orang.

BACA:  Pengalaman Unik Mantri Khitan Layani Pasien, Dapat Order Untuk Anak yang Masih di Kandungan

“Untuk pelayanan publik dan yang agak rendah itu adalah lansia. Lansia baru 1, 48% yang sudah divaksin dari semua tempat di Kabupaten Banjar dengan jumlah 562 orang,” tuturnya.

Sedangkan untuk masyarakat umum baru 1,88 % dengan jumlah 6.872 orang yang sudah divaksin. Remaja lebih sedikit lagi, karena umur 12-17 tahun belum diutamakan yaitu 0,23% dengan jumlah 153 orang” jelasnya.

Dijelaskan, bagi yang ingin vaksin cukup membawa KTP asli. “Untuk yang ingin mendaftar vaksin cukup bawa KTP saja dan tanpa dipungut biaya sama sekali alias gratis, daftarnya ke puskesmas lalu mengambil nomer antrian. Mending ikut vaksin sekarang mumpung gratis daripada bayar mahal,” ucapnya.

BACA:  Aturan Zonasi Mati Suri, Pedagang Pasar Bertingkat Kian Tak Tertata

Bagaimana jika ingin vaksin, namun pilek meski sedikit. “Boleh-boleh saja karena juga kita tidak sembarang vaksin, sebelum divaksin ada tenaga medisnya dulu mencek apakah layak atau tidak untuk divaksin. Dicek juga, apakah memiliki riwayat penyakit berat atau tidak,” katanya.

Disinggung mengenai ketakutan masyarakat terhadap vaksinasi, Diauddin menegaskan, sebaiknya masyarakat lebih bijak menanggapi.

“Warga yang termakan hoax itu sebaiknya lebih bijak lagi, karena banyak yang sudah vaksin, tapi buktinya mereka tidak mengalami apa-apa. Memang sehabis vaksin itu efek sampingnya pusing, mual, panas dingin itu hal yang biasa. Jadi untuk apa percaya berita hoax, lagi pula tidak jelas siapa penyebarnya. Jadi pesan saya jangan mudah percaya dengan media sosial, bijaklah terhadap media sosial,” (mj-36/sir)

BACA:  Perhitungan Ilmuwan, Butuh Satu Tahun Lagi untuk Indonesia Keluar dari Masa Pandemi

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *