Pencarian Bocah Diduga Tenggelam di Sungai Tabalong Terkendala Akibat Tidak Bisa Menggunakan Perahu Karet

Hingga Minggu (29/05/2022) siang, pencarian terhadap bocah perempuan yang diduga tenggelam di aliran Sungai Jangkung, Tabalong masih dilakukan tim sar gabungan. (foto : arif/koranbanjar.net)

Pencarian terhadap bocah perempuan yang diduga tenggelam di aliran Sungai Jangkung, Kabupaten Tabalong, hingga Minggu (29/05/2022) siang, masih terus dilakukan tim relawan gabungan.

TANJUNG, koranbanjar.net – Kepala Unit Basarnas Tabalong, Andy Surya Sinaga mengatakan, dalam proses pencarian hari ini, pihaknya melakukan dengan cara berjalan kaki menyisiri sisi sungai, serta menyelam ke dalam sungai secara manual.

“Untuk perahu karet sementara tidak bisa dipakai karena sungai yang sempit dan juga ada beberapa ranting pohon dan keramba ikan disungai,” ujarnya.

Berbeda dengan kemarin, menurut Andy hari ini area pencarian diperluas kurang lebih hingga 250 meter dari awal korban dilaporkan diduga tenggelam.

Tak hanya itu, dalam pencarian hari ini juga dibantu oleh sejumlah relawan dari kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Hulu Sungai Sungai Selatan.

“Mereka datang untuk membantu proses pencarian korban tenggelam,” jelasnya.

Sementara itu, dalam proses hingga hari ini belum ada ditemukan tanda-tanda korban akan ditemukan. Namun sesuai SOP, untuk langkah pertama akan dilakukan pencarian selama tujuh hari.

“Tapi apabila diperlukan kita tambah lagi sesuai koordinasi dengan pihak terkait beserta dengan keluarga korban,” terangnya.

Sebelumnya pada, Sabtu (28/05/2022) dikabarkan, seorang bocah perempuan bernama Nazwatun Zahra berusia 11 tahun di Kabupaten Tabalong diduga tenggelam saat mandi di sungai yang tengah dalam kondisi pasang.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wita, di aliran anak sungai di Jalan H Mahrawi, RT 8, Kelurahan Jangkung, Kecamatan Tanjung, Tabalong.

Koordinator Basarnas Tabalong, Andy Surya Sinaga menyebut, sebelum dilaporkan tenggelam korban bersama teman-temannya sedang bermain dan berenang di sungai.

“Korban berenang bersama rekannya dicurigai kelelahan dan akhirnya tenggelam. Karena arus sungai cukup deras,” ungkap Andy.

(anb/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *