Pemuda Desa Banua Binjai Siap Meriahkan Festival Baladuman Meriam Karbit

oleh -120 views
Dua pemuda Desa Banua Binjai menyatukan kembali batang pohon aren setelah dibelah untuk dijadikan meriam karbit. (foto: muhammad ramli 2019/koranbanjar.net)

BARABAI, KORANBANJAR.NET – Festival baladuman meriam karbit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang telah ditunggu-tunggu masyarakat kini tinggal menghitung hari.

Festival rutin setiap tahun dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri yang tahun ini akan diadakan di Desa Buluan, Kecamatan Pandawan itu, tak hanya diikuti masyarakat setempat saja, namun juga diikuti sejumlah masyarakat dari desa lain.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Sebut saja sejumlah pemuda Desa Banua Binjai, Kecamatan HST. Mereka sudah mempersiapkan meriam karbit sejak memasuki hari ke 15 bulan Ramadan tahun ini. Persiapan yang dilakukan mulai dari pencarian batang pohon aren, yang merupakan bahan utama meriam karbit.

“Pohon aren yang didapat dibeli dari pemiliknya. Setelah harga cocok, barulah pohon ditebang dan dibawa ke tempat yang terasa lebih dekat dengan perkampungan, karena mencari batang aren dilakukan di hutan hutan desa,” ungkap Raram, salah satu pemuda Desa Binjai yang terlibat dalam persiapan pembuatan meriam karbit di desanya.

Dari situlah pohon aren dibuat menjadi sebuah meriam karbit dilakukan. Pembuatan yang dilakukan dari membelah batang pohon menggunakan gergaji mesin (baca sebelumnya: Mengintip Pembuatan Meriam Karbit di Desa Buluan).

“Proses ini membutuhkan waktu sekitar dua sampai empat hari. Pembuatannya tergantung cuaca, kalau lagi hujan ya tidak bisa dikerjakan,” tuturnya.

Raram menjelaskan pembelahan batang pohon dilakukan untuk mengeluarkan serat kayu. Kemudian setelah serat kayu dikeluarkan, batang kembali disatukan dan diikat menggunakan kulit bambu.

“Pengikatan harus rapat dan erat supaya celah batang tidak masuk angin, karena kalau masuk angin bisa mempengaruhi bunyi dari meriam sendiri ,” jelasnya.

Proses pengikatan batang pohon aren dengan kulit bambu di Desa Buluan berlangsung hingga malam hari. (foto: muhammad ramli 2019/koranbanjar.net)

Dia membeberkan untuk pembuatan satu meriam karbit bisa menghabiskan dana mencapai Rp 1 juta. Raram merincikan uang tersebut diperlukan untuk biaya membeli satu batang pohon aren, membeli bambu, serta keperluan lainnya.

Para pemuda Desa Banua Binjai sudah sering mengikuti festival tahunan ini, sehingga mereka cukup telaten dalam membuat meriam karbit.

Diketahui sebelumnya, jika tahun tadi festival meriam karbit yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat HST itu dilaksanakan di Desa Pandawan, makan tahun ini baladuman meriam karbit diadakan pada H +2 atau malam kedua Hari Raya Idul Fitri, di Desa Buluan. (mdr/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *