Pemprov Upayakan Perekonomian Tak Bergantung pada Pertambangan

oleh -121 views
PANEN RAYA – Gubernur Sahbirin Noor bersama rombongan memanen padi gogo di lahan pertanian Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kamis (28/3). (foto: Diskominfo HSS)

LOKSADO, KORANBANJAR.NET – Pemprov Kalsel terus berupaya menggali potensi daerah pada sumber daya alam (SDA) terbarukan di sektor kepariwisataan, pertanian serta kehutanan. Ini diakukan agar pemerintah mampu mengalihkan ketergantungan perekonomian masyarakat Kalsel di sektor pertambangan batu bara.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menjelaskan pengalihan ketergantungan perekonomian tersebut dilakukan karena mengingat hasil pertambangan batu bara merupakan SDA tak terbarukan yang suatu saat akan habis.

Sedangkan saat ini, diakui Sahbirin Noor, 20 persen pertumbuhan ekonomi di Kalsel dipengaruhi dari hasil pertambangan.

“Yang namanya batu bara itu berasal dari fosil, artinya bisa habis pada saatnya nanti. Untuk itulah perlu adanya pengalihan ketergantungan dari hasil pertambangan, salah satunya dengan terus menggali potensi pariwisata daerah,” ujar Sahbirin Noor saat melaksanakan panen raya di lahan padi gogo, Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten HSS, Kamis (28/3/2019).

Penggalian dan pengembangan potensi pariwisata daerah dari Pemprov Kalsel salah satunya dilakukan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Loksado.

Sedangkan pada sektor lainnya, Pemprov Kalsel terus memantapkan pembangunan di bidang pertanian. Bahkan, gubernur menyatakan, saat ini Kalsel menjadi provinsi penghasil padi terbanyak diurutan 10 nasional.

“Di tahun 2018, luas panen padi kita (Kalsel) sekitar 577 ribu hektar dengan produksi padi mampu mencapai 2,4 juta ton,” jelasnya.

Dengan capaian membanggakan tersebut, gubernur meyakini sektor pertanian di Kalsel dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang luas, sehingga peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan melalui sektor pertanian sebagai SDA terbarukan. (yat/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan