Pemprov Klaim Sejak 2016 Desa Tertinggal di Kalsel Terus Menurun

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Semenjak adanya dana desa, di Kalimantan Selatan jumlah desa sangat tertinggal dan desa tertinggal dapat ditekan. Bahkan dapat menurunkan gini ratio (tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk) di Kalsel.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov Kalsel, Drs Zulkifli, secara rinci menjelaskan, menurunnya jumlah desa sangat tertinggal di Kalsel dari 254 di 2016 menjadi 89 di 2018.

“Kemudian desa tertinggal dari 1184 menurun jadi 863, desa berkembang meningkat dari 409 menjadi 863, dan desa maju juga meningkat dari 16 menjadi 53,” pada kesempatan Konsolidasi dan Sinergitas antara Pemprov Kalsel, kabupaten/kota hingga desa, di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Kamis (14/3/2019).

Dijelaskan Zulkifli, untuk menjembatani ketimpangan antara wilayah pedesaan dan perkotaan, pemerintah telah menjalankan amanat UU No 6/2014 tentang Desa Melalui Dana Desa.

“Di Kalsel, pagu dana desa terus mengalami kenaikan. 2015 dana desa sejumlah Rp501,12 miliar terus naik hingga Rp1,33 triliun di 2018,” tambahnya.

Sementara Gubernur Kalse H Sahbirin Noor bersyukur angka desa tertinggal dapat menurun selama dua tahun terakhir ini.

“Kita bersyukur, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk (gini ratio) Kalsel terus mengalami penurunan sejak 2016 sampai tahun 2018. Bahkan di perdesaan lebih baik lagi,” tandas Gubernur Kalsel.

Dijelaskan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, di perdesaan sejak September 2016 hingga September 2018, gini rasio terus mengalami penurunan. Dari 0,298 menjadi 0,279 atau turun 0,019 poin.

“Angka ini menggambarkan kondisi ketimpangan di daerah pedesaan lebih baik dibandingkan daerah perkotaan,” tuturnya. (ykw/dra)

Read Previous

Tanam Pohon Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-36, Sekda Banjar: Menanam adalah Pahala dan Demi Anak Cucu

Read Next

Karena Alam, Budaya dan Keramahan Masyarakat Kalsel, Turis ini Bertekat akan Kembali Lagi

Tinggalkan Balasan