Pemkab Banjar Bolehkan Tarawih, Tetap Perhatikan Prokes

  • Bagikan

Kalau tahun lalu belum diizinkan unjuk ibadah salat tarawih di masjid maupun musala, tahun ini Pemkab Banjar bolehkan tarawih dengan catatan tetap perhatikan protokol kesehatan (prokes) covid-19.

BANJAR,koranbanjar.net – Jelang pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan 1442 H, di Kabupaten Banjar, belum lama tadi telah dilaksanakan rapat koordinasi membahas penyelenggaraan ibadah di bulan  Ramadan.

Plt Kasatpol PP H. M. Aidil Basith lakukan sosialisasi Perda Ramadan dan petunjuk pelaksanaan ibadah selama Ramadan di beberapa majelis taklim di Kota Martapura Kabupaten Banjar, Sabtu (10 /4/2021) sore.

Aidil Basith menyampaikan, berbeda dengan tahun sebelumnya, maka Ramadan kali ini Pemkab Banjar mengizinkan pelaksanaan ibadah, seperti tarawih, tadarus Al Quran, dan lainnya.

Dengan tetap menerapkan standar prokes covid-19, khusus tarawih diimbau sebaiknya jemaah diprioritaskan warga sekitar tempat ibadah di masjid, langgar atau musala.

”Semoga Ramadan tahun ini, masyarakat Kabupaten Banjar dapat melaksanakan ibadah dengan segala kekhusyukannya,” katanya.

Serta semua dilancarkan, diberi kemudahan, serta disehatkan badan dalam menjalankan perintah wajib ini, dan laksanakan dengan sepenuh hati, jaga kampung masing-masing.

“Kabupaten Banjar tetap kondusif khususnya dalam upaya penekanan angka Covid -19,” pesan Aidil Basith.

Sosilaisasi diawali di Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak di Antasan Senor Martapura.

Aidil Basith bertemu pembina majelis Tuan Guru KH Syukri Unus dan diawali salat Asar berjemaah.

Aidil Basith menyampaikan, informasi Perda Ramadan tentang jam buka berjualan warung makan dan minum diatas pukul 15.00 Wita,.

Dengan tujuan melayani pembeli yang akan mencari menu atau takjil untuk berbuka puasa, dan larangan keras membuka warung makan dan minum pada saat pagi atau siang hari.

“Jika ditemukan ada pedagang warung yang ‘nakal’ tetap berjualan dan melayani makan minum di siang hari, kami dari Pol PP akan menindak tegas,”  ungkap dia.

Ini sesuai Perda Ramadan Nomor 5 Tahun 2004 berupa denda dan kurungan, dengan ketentuan denda maksimal Rp2,5 juta atau kurungan maksimal 3 bulan penjara.

Sanksi juga berlaku bagi perorangan yang sengaja merokok, minum dan makan di tempat umum berupa denda Rp50 ribu atau hukuman kurungan 7 hari penjara.

Sosialisasi berlanjut ke majelis yang dipimpin Tuan Guru KH Munawar di Kecamatan Martapura Timur, dengan menyampaikan informasi sama.  (kominfobanjar/dya)

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *