Pemerintah Tutup Mata, Traffic Light di Trikora Lama Tak Berfungsi Membuat Lalu Lintas Simpang Siur

  • Bagikan
Arus lalu lintas di simpang 4 Kelurahan Guntung Manggis tanpa disertai traffic light. (foto: aristy)
Arus lalu lintas di simpang 4 Kelurahan Guntung Manggis tanpa disertai traffic light. (foto: aristy)

Pemerintah daerah sepertinya tutup mata terhadap kondisi traffic light di simpang tiga Jl H Mistar Cokrokusumo-Jl Trikora di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Faktanya, sudah hampir tiga bulan ini, traffic light di persimpangan itu tidak berfungsi, namun tak kunjung diperbaiki. Akibatnya setiap waktu arus lalu lintas kendaraan bermotor di kawasan itu menjadi simpang siur.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kawasan Simpang 3 Jl Mistar Cokrokusumo-Jl Trikora, Kota Banjarbaru terbilang kawasan yang cukup padat dengan arus lalu lintas setiap hari. Mulai padat dengan kendaraan bermotor roda dua hingga roda empat, termasuk angkutan besar seperti truk.

Tidak hanya pagi, siang sampai sore, kendaraan bermotor muncul dari tiga arah berlawanan. Traffic light yang menjadi pengatur lalu lintas secara otomatis di kawasan itu sudah lama sekali tidak berfungsi. Tidak jarang pengendara bermotor dari arah berlawanan bertemu di tengah jalan, satu sama lain harus bergiliran melintas.

Keadaan itu menimbulkan keluhan dari sejumlah warga yang sering melintas. Salah seorangnya, Ibrahim, warga asal Kota Martapura yang harus setiap hari melintas di persimpangan itu karena bekerja di sebuah tempat Jl Trikora.

“Setiap hari saya melintas di sini, saya perhatikan lampu merah (traffic light) itu tidak diperbaiki juga. Tidak mungkin pemerintah tidak tahu, andai keadaan ini hanya terjadi baru satu atau dua hari mungkin saja tidak tahu. Ini sudah berbulan-bulan, sepertinya memang sengaja dibiarkan,” ungkap Ibrahim kesal.

Dia menambahkan, kalau hanya urusan traffic light tidak bisa dibetulkan, bagaimana bisa mengurus persoalan yang lebih besar. “Siapa pun yang bertanggung jawab terhadap traffic light ini, kan pemerintah bisa saling koordinasi. Ini kepentingan publik, tidak bisa diam saja atau dibiarkan. Pengguna jalan bayar pajak kendaraan, bayar pajak lain, tapi fasilitas umum seperti ini tidak diperhatikan,” tukasnya.

Hal serupa juga terjadi pada Simpang 4 di Jl Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Simpang 4 Guntung Manggis Banjarbaru Rawan Kecelakaan 

Pantauan koranbanjar.net, Jumat (04/06/2021), simpang 4 di Jalan Guntung Manggis itu memang sudah disertai rambu-rambu lampu untuk berhati-hati, berupa lampu warning berwarna kuning. Walaupun sudah disertai rambu-rambu itu, pengendara sepeda motor, mobil dan truk tetap saja saling rebutan jalan. Karena rambu-rambu yang tersedia bukan traffic light yang mengatur arus lalu lintas secara bergantian.

Sudah seringkali simpang 4 Guntung Manggis itu menimbulkan kecelakaan bagi pengemudi. Selain tidak disertai traffic light, petugas pun tidak ada yang mengatur.

“Memang sering terjadi kecelakaan di sini, bahkan kemaren saja ada orang yang kecelakaan dan jari tangan wanita tersebut hampir putus,” ujar warga setempat.

Hal senada dikemukakan warga lainnya, Saniansyah. “Kalo pagi jam 7 kan padat banyak orang yang berangkat kerja, tapi kita saling memperhatikan dan berhati-hati, karena tidak ada petugas yang berjaga,” katanya.

Suniansyah menambahkan, “Dengar-dengar, katanya mau dibikinkan lampu merah, jadi warung yang ada di pinggir jalan ini mau digusur untuk pelebaran jalan, rencananya sih gitu. Banyak truk yang lalu lalang, karena di jalan ini merupakan jalur utama para pengendara truk,” ujar Saniansyah.

Situasi di simpang 4 Guntung Manggis memang terlihat ramai dan padat dengan arus lalu lintas. Banyak pengendara motor, mobil, bahkan truk yang ingin menyeberang harus stop di tengah jalan, dan menunggu kendaraan lain menyeberang secara bergantian.

Sepekan yang lalu seorang pengendara mengalami benturan sehingga mengakibatkan tabrakan, namun tidak terlalu parah.(mj-36/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *