Pemeran Utama Aksi Silat di Lapangan Dwi Warna Mengaku Gugup

oleh -114 views
Syaiful. (Foto: ist/koranbanjar.net)

BARABAI, KORANBANJAR.NET – Masih ingat dengan kericuhan yang terjadi di lapangan Dwi Warna Barabai dalam acara hari ulang tahun Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), 27 Desember 2018 lalu (baca: Kericuhan di Acara HUT Barabai Disangka Betulan, Seorang Guru Kejar dengan Kayu)?

Kericuhan yang sempat membuat hampir seluruh tamu undangan mendadak panik itu disebabkan karena ada seorang remaja yang tiba-tiba berlari ke tengah lapangan membawa pisau dan menyeret satu undangan yang hadir.

Namun kejadian tersebut bukanlah kejadian nyata, melainkan hanya suatu pertunjukan aksi silat dari perguruan silat Nurhati HST yang sudah direkayasa untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten HST.

Seorang remaja yang berlari membawa pisau dan menyeret seorang undangan itu bernama Syaiful, siswa kelas 12 SMAN 3 Barabai, yang merupakan seorang murid silat dari perguruan Nurhati HST sendiri.

Saat dihubungi koranbanjar.net melalui Whatsapp, Jumat (4/1/2019), remaja berusia 17 tahun itu mengaku gugup karena baru pertama kali tampil melakukan sebuah pertunjukan yang berbahaya itu.

“Perasaan saya gugup karena baru pertama kali tampil melakukan adegan yang menurut saya sangat berbahaya. Apalagi kemarin itu ada seorang guru yang membawa kayu galam untuk melawan saya, untung saja guru tersebut dicegat oleh panitia,” ceritanya.

Ia juga mengakui sedikit merasa takut saat dirinya dipilih menjadi menjadi pemeran utama dalam aksi silat tersebut, karena pertunjukan yang akan dimainkan itu juga disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati HST serta Gubernur Kalsel.

“Tapi mau gimana lagi saya harus bisa menampilkan yang terbaik, karena saya sudah dipercaya untuk mengisi acara tersebut,” ungkapnya.

Sementara salah satu pelatih silat Nurhati HST, Rahmadi (24), mengutarakan, pemilihan Syaiful sebagai pemeran utama dalam pertunjukan aksi silat itu karena karakter Syaiful dinilai bisa menyesuaikan susunan skenario acara.

“Kalau dari segi prestasi, memang syaiful baru pernah menjadi runner up pada saat pencarian bibit atlet untuk cabang olahraga silat di HST ini. Tapi karena karakternya sesuai, maka kami memilih Syaiful untuk menampilkannya,” ujar Rahmadi yang merupakan seorang alumni dari STIKIP PGRI Banjarmasin itu. (mdr/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan