Pelaku Mark Up Alat Damkar Kotabaru Ditetapkan Sebagai Tersangka

oleh -135 views
Kasi Pidsus Kejari Kotabaru, Armein Ramdhani, Kamis (31/1). (foto: mj-030/koranbanjar.net)

KOTABARU, KORANBANJAR.NET – Pihak Pelaksana pengadaan alat pemadam kebakaran (damkar), Muklis, dan oknum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Qodratulah, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan alat damkar untuk BPBD Kotabaru pada tahun 2016 lalu.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (31/1/2019), Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru, Armein Ramdhani, menyatakan, dalam proses pengadaan alat damkar untuk BPBD Kotabaru, dua tersangka tersebut tidak melaksanakan prosesnya dengan benar.

“Pihak pelaksana damkar ini tidak melakukan prosesnya dengan betul. Semestinya prosesnya harus melalui lelang, tapi ternyata dipecah-pecah menjadi penunjukan langsung, dan mark up yang harganya Rp 80 juta tapi dijadikan Rp 120 jutaan. Setelah dihitung oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) ditemukanlah kerugian sebesar Rp 390 juta,” jelasnya.

Sejak Senin (21/1/2019) kemarin, dua tersangka tersebut telah ditahan di Lapas Banjarbaru untuk menunggu proses persidangan.

Saat ini petugas penyelidik masih melakukan proses penyelidikan terhadap satu tersangka baru, karena tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain dalam kasus ini. (mj-030/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan