MTQ Nasional Kalsel

Pekerjaan Stringing SUTT 150kV Sedang Berlangsung, Warga Sekitar Tetap Aman Beraktivitas

Pekerjaan pembangunan SUTT 150 kV Selaru – Sebuku. (Sumber Foto: PT PLN UIP Kalbagtim/koranbanjar.net)

Pekerjaan pembangunan SUTT 150 kV Selaru – Sebuku sedang berlangsung dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4), namun aktivitas masyarakat sekitar dinyatakan aman. 

KOTABARU, koranbanjar.net – Meningkatkan keandalan listrik dan juga mewujudkan kebutuhan listrik untuk Konsumen Tegangan Tinggi (KTT), kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan pembangunan daerah, Pemerintah melalui PLN melakukan pembangunan Pembangkit Listrik, Gardu Induk, dan Transmisi di Provinsi Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Kotabaru.

Josua Simanungkalit selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menyatakan bahwa saat ini di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan sedang berlangsung pekerjaan pembangunan SUTT 150 kV Selaru – Sebuku.

dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4).

Melalui SUTT 150 kV Selaru–Sebuku diharapkan sistem kelistrikan di Kabupaten Kotabaru lebih andal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Saat ini pekerjaan pembangunan dilaksanakan secara paralel agar dapat selesai tepat waktu.

“Terdapat beberapa tahapan pekerjaan dalam proses pembangunan SUTT 150 kV Selaru – Sebuku maupun SUTT 150 kV lainnya, salah satunya adalah pekerjaan stringing, yang saat ini dalam masa persiapan,” tambah Josua.

Perlu diketahui, stringing merupakan proses pemasangan konduktor pada tower dengan cara penarikan dan dipertahankan dalam keadaan tegang tertentu sehingga tidak bergesekan dengan tanah atau rintangan yang dapat merusak jalur konduktor.

Josua menambahkan, untuk menjamin keselamatan bagi masyarakat dan pekerja selama pekerjaan tersebut, PLN telah melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Seperti, sebelum memulai pekerjaan, pekerja harus memiliki Izin Kerja dengan lampiran Job Safety Analysis (JSA) dan Identifikasi Bahaya Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPPR) yang berfungsi untuk menilai risiko serta bahaya yang ada pada pekerjaan stringing.

Melakukan Safety Briefing setiap sebelum pekerjaan dimulai yang wajib dilaksanakan sebelum bekerja di lokasi pekerjaan selama berlangsung yang bertujuan untuk mengingatkan kembali bahaya-bahaya yang dapat timbul.

Serta prosedur kerja agar pekerja dapat selamat dan terhindar dari kecelakaan kerja.

Tidak hanya itu, PLN juga selalu mewajibkan pekerja untuk selalu mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan lengkap dan benar agar tetap aman selama pekerjaan stringing berlangsung.

Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan di antaranya, helm, sepatu safety, sarung tangan dan full body harness.

Ketika pekerjaan stringing sedang berlangsung, safety line, rambu peringatan K3, Alat Pemadan Api Ringan (APAR) dan perlengkapan P3K telah terpasang pada area mesin Puller dan Tensioner.

“Petugas juga akan mengawasi lokasi pekerjaan sehingga dipastikan masyarakat dan pekerja terhindar dari bahaya oleh benda berputar yang ada di lokasi pekerjaan,” papar Josua.

Untuk tower yang sudah berdiri, telah dilengkapi dengan anticlimbing dan danger plate (peringatan bahaya tegangan tinggi) sehingga orang yang tidak berkepentingan dilarang untuk memanjat tower.

Dikarenakan adanya potensi terjatuh dari ketinggian atau tesetrum jika SUTT 150 kV tersebut telah beroperasi.

Selain itu scafolding atau steger yang terbuat dari bambu juga akan dipasang pada jalur yang akan melewati fasilitas umum seperti Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), kabel komunikasi, jalan umum, dan lain-lain.

Berguna untuk menahan konduktor pada jarak bebas yang diperlukan serta melindungi mahluk hidup yang ada di bawahnya pada saat penarikan.

Kemudian pada saat pemasangan isolator pada tower, petugas akan mengamankan area sekitar tower sehinga tidak terdapat pekerja atau masyarakat yang melintas di bawah tower.

Hal ini dilakukan untuk menghilangkan potensi terkena benda yang jatuh dari ketinggian.

“Nantinya ketika proses penarikan telah dimulai, masyarakat diminta untuk tidak dekat atau bahkan menyentuh konduktor maupun eret-eret dikarenakan adanya potensi material tertarik secara tiba-tiba,” tutur Josua.

Untuk melindungi konduktor dari sambaran petir secara langsung, dipasang kawat tanah atau biasa disebut Galvanized Steel Wire (GSW) dan Optical Ground Wire (OPGW) yang terdiri dari lilitan kawat baja yang ditempatkan di atas kawat konduktor.

Dengan demikian keselamatan instalasi, pekerja, dan masyarakat umum yang berada di sekitar jalur SUTT 150 kV menjadi lebih aman dari sambaran petir secara langsung.

“Dalam pelaksanaan setiap pekerjaan, PLN selalu mengutamakan keselamatan kerja. Langkah-langkah pengendalian bahaya telah dilakukan secara konsisten seperti eliminasi, subtitusi, kontrol teknik, kontrol administratif, dan penggunaan APD. Sehingga harapannya pekerjaan dapat selesai dengan nihil kecelakaan kerja” tutup Josua. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.