PEDAGANG; Kami tidak Ngutang, Bayar Retribusi, Kenapa Dirazia?

oleh -100 views
ORASI - Pedagang menyanpaikan orasi di hadapan Walikota Banjarbaru.
ORASI - Pedagang menyanpaikan orasi di hadapan Walikota Banjarbaru.

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Awal munculnya wancana relokasi pemindahan pedagang Pasar Bauntung Batuah ke RO Ulin Lok Tabat, Kota Banjarbaru, sempat menuai kontroversi antara pedagang dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. Bahkan sampai sekarang pun, wacana tersebut masih belum menemukan titik terang. Apakah pedagang di relokasi, apakah bangunan pasar hanya direnovasi atau apakah ada solusi lain.

Faktanya, munculnya perseolan tersebut, sempat membuat puluhan pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru ngeluruk ke Pemko Banjarbaru untuk meminta keadilan, seadil-adilnya. Agar mereka masih tetap bisa berjualan, bangunan pasar tetap di renovasi

Demontsrasi tersebut sempat dilakukan pada Senin (30/07/2018) silam. Dalam aksinya, masa menyebutkan ingin meminta keadilan kepada Pemerintah Kota Banjarbaru.

Salah satu pendemo mengatakan bahwa sering dilakukannya razia oleh Dinas Perdagangan di pasar dengan penjelasan yang tidak pasti. “Bayar restribusi tidak telat, tidak ngutang, tidak nunggak. Kenapa masih dirazia oleh dinas?” ucap massa.

Massa meminta untuk bertemu langsung dengan Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani. Sebelum bertemu, pihak Pemerintah sudah menegosiasi untuk bertemu kepada Sekda Kota Banjarbaru.

Namun perwakilan dari pendemo menolak untuk bertemu Sekda. “Kami inginnya ketemu Pak Wali, tidak mau dengan Sekda,” tegasnya.

Penjagaan lengkap juga dikerahkan Satuan Sabhara Polres Banjarbaru yang dipimpin oleh Kabag Ops Banjarbaru Kompol Mujiono. Saat itu Walikota Banjarbaru masih menghadiri beberapa agenda yang sudah dijadwalkan. Massa pun menunggu di depan Balai Kota sembari lesehan dan bernaung dari terik matahari.

“Akan kami tunggu sampai sore pun nggak apa-apa, asal Pak Walikota datang,” teriak massa saat itu.(maf/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan