Pastikan Keberlanjutan Regenerasi Petani, Kementan dan Pemkab Hulu Sungai Selatan Perkuat Sinergi

District Multi Stakeholder Forum (DMSF) untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan di 2024, Kamis (13/06/2024), di Gedung Pramuka, Kandangan, Hulu Sungai Selatan. (Sumber Foto: Tim Ekspos SMK PP Negeri Banjarbaru/koranbanjar.net)

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) akan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS).

HULUSUNGAISEATAN,koranbanjar.net – Melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

Sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia.

Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan Program YESS Kementan.

“Pertama Program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari Program YESS yakni pemuda pemudi harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” sebut Dedi.

Setelah DMSF di laksanakan di 3 Kabupaten lainnya, kali ini Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan dalam Program YESS kembali mengadakan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan di 2024 ini.

Dilaksanakan Kamis (13/06/2024), di Gedung Pramuka, Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Acara ini mengundang PPIU Kalimantan Selatan, Bappeda Litbang Kab. Hulu Sungai Selatan, SKPD terkait.

Juga, Financial Advisor, Supporting Staf DIT, Mobilizer, Fasilitator, Offtaker, Penerima Manfaat Bantuan Agribisnis (HK), Organisasi Masyarakat (KADIN, HIPMI, IWAPI, KNPI, KTNA,), dan terakhir dari Perbankan.

Di momen ini Project Manager PPIU Kalimantan Selatan, Angga Tri Aditia Permana, yang memaparkan capaian, evaluasi, serta strategi keberlanjutan Program YESS di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Ia juga menyampaikan mengenai program magang dalam negeri bagi calon penerima manfaat.

“Forum ini menjadi sarana penting untuk merumuskan kebijakan dan kontribusi dari berbagai SKPD, offtaker, perbankan, serta organisasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk dukungan terhadap agrowisata dan suku adat yang turut diundang melalui Dewan Adat dan Duta Wisata,” ujarnya.

Tidak lupa di kesempatan ini Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, menekankan bahwa DMSF merupakan pertemuan rutin dua kali setahun untuk berdiskusi dan menyampaikan usulan terkait Program YESS.

“Tahun 2024 ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan Program YESS, sehingga diskusi dalam forum ini sangat penting untuk perbaikan ke depan,” paparnya.

Adanya masalah kekurangan pangan akibat elnino dan pentingnya memanfaatkan lahan yang ada melalui program Optimasi Lahan Rawa (Opla), Pompanisasi, dan Tumpang Sisip (Tusip) padi dengan Perkebunan.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali setahun dengan bantuan alsintan dan pompa.

“Selain itu, PPIU Kalsel sedang merekrut penerima manfaat untuk bergabung dalam inkubator bisnis SMKPP Negeri Banjarbaru dengan bantuan usaha hingga 65 juta rupiah,” pungkasnya.

Hadir di DMSF ini, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Hulu Sungai Selatan, M. Arliyan Syahrial, membahas terkait kesiapan pemerintah daerah untuk keberlanjutan Program YESS melalui program-program replikasi di SKPD.

Ia menegaskan pentingnya persiapan matang untuk keberlanjutan pangan, dengan alokasi dana yang sudah disiapkan untuk Dinas Pertanian dan dinas lainnya. Dinas Tenaga Kerja, misalnya, akan menyasar pelatihan bagi petani milenial yang telah terintervensi YESS.

“Disdukcapil juga akan membantu proses perubahan data KTP bagi penerima manfaat. Beliau menekankan pentingnya data lengkap dari PPIU Kalimantan Selatan agar program lanjutan dapat tepat sasaran,” jelasnya.

Kegiatan ini sendiri menghasilkan penandatanganan berita acara peran dan kesepakatan bersama SKPD untuk mendukung implementasi dan keberlanjutan Program YESS, yang akan diterbitkan dalam bentuk SK dari Bupati Hulu Sungai Selatan.

DMSF ini juga telah dilaksanakan sebelumnya di tiga kabupaten wilayah intervensi Program YESS lainnya, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Tanah Bumbu. (Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *