Pamit pada Ibunya untuk Cari Kerja, Ternyata Rahmadi Pergi Selamanya

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Sebelum pergi dari rumahnya yang berada di Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, usai melaksanakan salat isya di sebuah musala dekat rumahnya, Muhammad Rahmadi (19) atau Madi, pamit kepada ibunya untuk pergi sebentar ke tempat seorang temannya karena sedang ada urusan mengenai lowongan pekerjaan, Senin (19/11/2018) sekitar pukul 20.00 WITA.

Namun, saat ditemui koranbanjar.net di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (22/11/2018) sore, ayah korban, Sahrudin, menceritakan, sama sekali tidak mengetahui kemana dan siapa teman yang akan ditemui putranya tersebut pada malam itu.

Sahrudin juga tidak tahu siapa teman yang menelepon Rahmadi sebelum putranya itu pergi keluar rumah.

“Senin malam itu, setelah pulang dari musala selepas salat isya, ia (Madi, Red) pamit sama ibunya untuk pergi sebentar ke tempat temannya karena ingin melamar kerjaan. Tapi tujuannya kemana, saya tidak tahu,” tutur Sahrudin kepada koranbanjar.net.

Merasa belum pulang hingga pukul 22.00 WITA, Sahrudin pun berusaha mencari tahu keberadaan Madi dengan menghubungi ponsel putranya tersebut. “Namun ketika dihubungi, nomornya tidak bisa dikontak lagi,” ujar Sahrudin.

Lalu, hingga Rabu (21/11/2018) sore, setelah menerima informasi Tim Inafis Polres Banjar yang mendatangi keluarga korban di rumahnya, pihak keluarga korban baru mengetahui bahwa Rahmadi yang telah mereka tunggu kepulangannya dari malam sebelumnya itu, telah tewas dibunuh dengan kondisi jenazah tak berkepala.

Menurut seorang warga Desa Tatah Layap, Zayn, saat mendatangi jenazah di kamar jenazah RSUD Ulin, Rabu malam, kedua orang tua korban dapat memastikan jenazah Rahmadi setelah melihat ciri-ciri fisik yang ada di tubuh jenazah berupa bekas luka di bagian kaki kiri dan sebuah tanda yang ada di bahu jenazah.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolda Kalsel, Kamis (22/11/2018) siang, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, menyatakan, aksi pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Safrudin (19) alias Amat, Senin (19/11/218) malam, di Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Lok Baintan Dalam RT 2, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, hingga menghilangkan kepala korbannya, merupakan kasus mutilasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dikrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol Sofyan Hidayat, menambahkan, tersangka yang berasal dari warga Desa Sari Berangas, Kapuas, Kalteng, nekat memutilasi korban lantaran dendam karena sering dibully oleh korban.

Selain itu, lanjut Kombes Sofyan, keduanya adalah rekan satu kerja pada sebuah gudang di Banjarmasin, namun keduanya kemudian sama-sama dipecat.

“Korban yang lebih dulu dipecat, kemudian mengatakan bahwa pelaku telah mencuri di tempat kerjanya. Akhirnya keduanya pun dipecat. Dari situ dendamnya menjadi bertambah besar,” ungkap Kombes Sofyan.

Lantaran sudah dendam kesumat, Safrudin pun menghubungi Rahmadi melalui pesan sms dengan modus mengajak Rahmadi bekerja di Kota Palangkaraya dengan gaji Rp 7 juta per bulan.

Korban yang tertarik dengan ajakan pelaku, lantas pamit pergi kepada ibunya, Senin malam itu.

Inilah yang dikatakan oleh ayah korban, bahwa Rahmadi pamit kepada ibunya untuk pergi karena ada urusan lowongan kerja.

“Setelah bertemu di suatu lokasi, mereka pun menuju Palangkaraya. Namun, dengan modus pura-pura inign kencing tapi takut gelap, pelaku kemudian meminta korban untuk menemaninya kencing di tempat yang gelap, hingga si korban pun akhirnya juga ikut kencing. Lalu, sewaktu hanphone korban tiba-tiba terjatuh, di saat itulah tersangka melakukan aksinya,” papar Sofyan. (dky/dny)