MTQ Nasional Kalsel

Optimalisasi PAP Batola Menunggu Infrastruktur Dari Bakeuda Kalsel

Kepala UPPD Marabahan, Faisal Rumiarsi.(koranbanjar.net)
Kepala UPPD Marabahan, Faisal Rumiarsi.(koranbanjar.net)

Optimalisasi Pajak Air Permukaan (PAP) di Kabupaten Barito Kuala terkendala infrastruktur dari Bakeuda Kalimantan Selatan yang masih dalam proses.

BATOLA, koranbanjar.net – Hal ini disampaikan Kepala UPPD Marabahan, Faisal Rumiarsi kepada media ini saat wawancara di Kantor Samsat Handil Bakti Kabupaten Batola belum lama tadi.

“Selama ini belum ada kesepakatan dengan pihak perusahaan karena infrastruktur yang dibikin oleh Bakeuda berkaitan optimalisasi PAP, masih dalam proses,” terangnya.

Untuk itu pihaknya mendesak agar Bakeuda segera memproses infrastruktur tersebut, supaya secepatnya melakukan pergerakan akselerasi, optimalisasi penerimaan pajak daerah untuk PAP.

“Sehingga kami bisa menyampaikan kepada wajib pajak, ini lho dasarnya,” ujarnya.

Memang lanjutnya, peraturan Gubernur sudah ada, akan tetapi petunjuk dan teknisnya masih belum.

“Inilah yang menjadi kendala, namun selama kami menunggu proses infrastruktur, kami melakukan kesepakatan dengan wajib pajak air permukaan,”  ungkapnya.

Bunyi kesepakatannya adalah apabila petunjuk dan teknis sudah keluar, maka apabila ada kekurangan maupun kelebihan pada pembayaran yang dilakukan.

“Maka akan  dikonpensasi kembali pada pembayaran pajak berikutnya,” ucapnya.

Pihaknya akan mengambil nilai air bersih dari yang terendah, yakni 20 persen.

Saat ini jumlah perusahaan (wajib pajak air permukaan) yang aktif ada sekitar 8 perusahaan.

Ada 2 perusahaan lagi, yang satu sudah disurati, namun belum ada jawaban, dan perusahaan satunya adalah perusahaan bergerak di bidang perkebunan, namun tidak membikin pabrik.

“Karena itulah kata mereka belum bisa menggunakan air permukaan,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II Fahrani menyampaikan untuk optimalisasi PAP di Kalsel tiap kabupaten kota kendalanya tidak sama, karena itu pihaknya datang untuk mengetahui apa saja kendala yang ada di Kabupaten Batola.

Pernyataan Fahrani ini saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Barito Kuala, di Aula kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Jumat lalu.

Terkait hal itu, Fahrani mengatakan akan terus meningkatkan target capaian sehingga kendala – kendala yang ada bisa teratasi.

Sebagaimana diketahui bagaimana program bersama ini target capaian bisa terus tingkatkan ke depan, sehingga kendala-kendala bisa diatasi.

“Alhamdulillah data–data tersebut akan kami bicarakan di DPRD Kalsel untuk menjadi kebijakan selanjutnya dan kebaikan bersama,” ucapnya.(yon/sir)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.