Lifestyle

OASE KEHIDUPAN: Kisah Air Mata Seekor Anak Kerang 

PADA suatu hari, ada seeokor anak kerang di dasar laut mengadu kepada ibunya. Kemudian, anak kerang itu mengeluh kepada ibunya karena ada sebutir pasir tajam telah masuk ke tubuhnya.

Lalu, si ibu kerang itu kemudian berkata kepada anaknya dengan bercucuran air mata, “anakku, ibu mengerti pasti kamu sedang kesakitan. Ibu tahu rasanya pasti tak nyaman. Tapi Tuhan tidak memberikan kita tangan, sehingga walaupun ibu ingin, ibu tidak bisa menolongmu. Jadi terimalah itu sebagai takdir alam,” ucap si ibu kerang.

Lantaran tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong anaknya yang sedang kesakitan tersebut, si ibu kerang kemudian memberi semangat kepada anaknya. “Kamu boleh menangis, asal kamu harus tetap kuat walau bagaimanapun ya nak. Kuatkan hatimu, kerahkan seluruh semangatmu untuk bisa melawan rasa sakit itu. Balutlah pasir itu dengan air mata dan kesungguhanmu, sebab hanya itu yang bisa kau perbuat nak,” kata sang ibu dengan sendu dan lembut kepada anaknya.

Akhirnya, anak kerang itupun melakukan nasihat ibunya tersebut.

Bertahun-tahun lamanya, ia bertahan dengan air matanya. Hingga tanpa ia sadari, ternyata air matanya yang membalut sebutir pasir yang telah membuatnya sakit begitu lama itu, perlahan-lahan mengeras dan mengubah sebutir pasir tersebut menjadi sebuah mutiara yang indah dan begitu berharga.

Semakin membesar pasirnya, semakin besar pula rasa sakit yang ia rasakan. Akan tetapi, semakin besar pula mutiara yang ada di dalam tubuhnya.

Jika kamu sedang menangis karena sedang mengalami suatu masalah yang berat hingga membuatmu nyaris putus asa, bahkan hampir tak berdaya, tolong ingat cerita ini.(*)

Ditulis oleh Redaktur Pelaksana Koran Banjar, Donny Irwan,

berdasarkan cerita dari Merry Riana

Tags

Tinggalkan Balasan

Close