Baznas

Nyambi Edarkan Zenit, Kuli Bangunan Ditangkap Polisi

- Tak Berkategori
  • Bagikan

MARTAPURA,Koranbanjar.net-Syarkani alias Isar kucing (34) terpaksa harus beurusan dengan petugas kepolisian lantaran kedapatan menyimpan barang haram jenis pil zenit didalam saku celananya.

Warga Kampung Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar tersebut tidak berkutik saat di geledah anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kabupaten Banjar, saat menunggu calon pembeli untuk melakukan transaksi disekitar Pasar Kasbah Martapura.

Isar mengaku baru satu bulan menekuni profesi sebagai penjual obat terlarang yang saat ini marak beredar.

“baru satu bulan saya jualan zenit, untungnya juga tidak banyak. Karena sering dihutang teman,”ujarnya.

Dari pengakuan Isar, berjualan barang haram itu terpaksa dia lakukan, akibat kebutuhan ekonomi. Selain mengedarkan obat terlarang jenis pil zenit, Isar juga berprofesi sebagai kuli bangunan.

“karena gajih kerja bangunan tidak mencukupi, jadi saya nyambi jualan zenit, uangnya untuk kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Pengakuannya lagi, dalam sehari  berhasil menjual dua box pil zenit, dengan harga satu keping sebesar Rp60rb. Rata-rata dengan profesi barunya Isar menambah penghasilan lebih dari Rp.150rb.

“biasanya dalam sehari habis dua box, harga satu kepingnya Rp.60ribu, keuntungannya kadang lebih Rp.150ribu,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melaui Kanit Reskrim IPTU Sony Borneo membenarkan telah mengamankan satu pengedar obat carnophen atau zenit pada Rabu 4/04 sore di Pasar Kasbah Martapura. Setelah menerima informasi dari warga setempat. dan sebelumnya telah melakukan penyelidikan. dari tersangka aparat kepolisian menemukan barang bukti berupa pil Zenit di saku celana tersangka sebanyak 60 butir yang dibungkus plastik klip, satu bungkusnya berisi 10 butir. dan uang hasil penjualan sebesar Rp240.000.

“Ya, kita telah mengamankan satu orang, penjual zenit, pada Rabu sore.  dari tersangka kita mendapatkan 60 butir zenit, yang dibungkus rapi, satu bungkus terdapat 10 butir, dan uang hasil penjualan sebesar Rp240.000. Sebelumnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat, yang mengatakan Isar ini sering bertransaksi obat terlarang di wilayah pasar kasbah. setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata kita menemukan si Isar Kucing ini sedang menunggu calon pembelinya.  kita akan proses lebih lanjut, sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya (sai)

  • Bagikan