MTQ Nasional Kalsel
Tak Berkategori  

Ngeyel Mangkal di Pinggir Jalan, Satpol PP Ancam Sita Kostum Badut

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Masih ingat dengan fenomena badut di Kota Banjarbaru yang sempat menjadi perbincangan hangat? Para badut itu muncul satu per satu di pinggir jalan, dan menawarkan jasa hiburan kemudian para pengguna jalan akan memberi uang seikhlasnya di dalam kotak yang mereka kalungkan di leher mereka.

Walikota dan Sekdako Banjarbaru sempat berbeda pendapat mengenai mereka akan tetapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru mereka diberi sebuah solusi sesuai arahan Walikota Banjarbaru bahwa mereka tetap boleh beroperasi tetapi disarankan untuk di tempat wisata seperti di taman kota maupun alun-alun kota yaitu Lapangan Dr. Murdjani.

Mereka dikumpulkan di Mako Satpol PP Kota Banjarbaru dan sepakat untuk mengikuti arahan bahwa mereka tidak lagi mangkal di pinggir jalan karena dapat membahayakan badut itu sendiri dan tentunya dapat mengganggu arus lalu lintas.

Akan tetapi, belakangan badut ini kembali “mangkal” dipinggir jalan dan jumlah mereka semakin bertambah. Oleh karena itu, badut-badut yang mangkal di kawasan Jalan Ahmad Yani dekat Q Mall Banjarbaru itu pun disatroni oleh petugas Kamis (12/07) dan diberi surat panggilan untuk datang ke Mako Satpol PP Kota Banjarbaru hari Jumat (13/07).

Dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, H. Marhain Rahman, musyawarah dengan pemilik kostum badut dan juga para pemakai kostum badut dilaksanakan di Aula Mako Satpol PP Kota Banjarbaru, Jumat (13/07)

Lalu, diperoleh kesepakatan bahwa para badut diminta tidak melakukan aktivitas di sepanjang Jalan Ahmad Yani khususnya di depan Q Mall, mereka diperbolehkan beraktivitas di tempat yang memungkinkan yakni di taman-taman, Lapangan Dr. Murdjani dan tempat – tempat wisata lainnya.

Apabila mereka masih melaksanakan aktivitas di tempat yang dilarang, maka petugas dari Satpol PP Kota Banjarbaru akan menyita kostum. Pernyataan ini berlaku untuk semua kostum badut dan berlakunya pernyataan ini mulai dari hari Senin tanggal 16 Juli 2018.

Pemilik kostum pun menyadari kesalahan mereka, namun mereka mengaku menunggu ditegur baru akan berpindah tempat karena mereka merasa mendapat penghasilan lebih banyak di situ. Mereka pun bersedia kostumnya disita oleh petugas jika mereka kedapatan lagi mangkal di tempat yang dilarang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru, H. Marhain Rahman berharap kepada pemilik juga para badut agar mematuhi kesepakatan yang telah ditandatangani bersama.

“Carilah tempat yang dimungkinkan seperti yang tadi telah disarankan, agar tidak mengganggu ketertiban umum terutama arus lalu lintas,” ucapnya.(ana)