Tak Berkategori  

Ngamuk, Lengan Misran Nyaris Putus Ditebas

SUNGAI TABUK,KORANBANJAR.NET – Gara- gara ngamuk tanpa alasan yang jelas, Misran (33), warga Sungai Bangkal, Tatah Layung RT 04, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, mendapat perlawanan dari massa hingga lengannya nyaris putus kena tebasan parang di Desa Lok Baintan Dalam RT 02, Sungai Tabuk, Sabtu (2/5) sekitar pukul 19.00 wita.

Informasi yang berhasil dihimpun koranbanjar.net,
saat itu, Ketua RT 02 Desa Lok Baintan Dalam Anang Arianto sedang berada di dalam rumah bersama Darkani. Kemudian muncul warga lain, Ali yang memberitahukan bahwa ada orang ngamuk di rumah warga setempat, Rudy. Orang yang ngamuk dengan sebilah pisau terhunus itu diketahui Misran.

Kemudian Anang Arianto dan Darkani mendatangi Misran. Kemudian Darkani menasihatinya agar tidak mengamuk. Akan tetapi nasihat itu dibalas dengan tusukan pisau ke Darkani. Untungnya Darkani bisa mengelak.

Selanjutnya, Misran mencari seorang guru yang bernama Hadri. Oleh Anang Arianto diberitahu bahwa Hadri ada di rumah. Misran langsung menuju ke rumah Hadri. Tetapi tidak ada ditemui di rumahnya.

Misran kembali menuju ke tempat Anang Arianto sembari membabi buta dengan sebilah pisau mau menusuk warga yang ada di tempat tersebut.

Anang bersama warga kampung berusaha menenangkan Misran. Namun dia tetap membabi buta menyerang warga.

Akhirnya warga emosi dan melakukan perlawanan. Akibatnya dengan perlawanan itu, Misran terkena tebasan parang di lengan hingga nyaris putus. Dia pun sempat roboh bersimbah darah.

Kemudian Misran dibawa ke.RSUD Ulin Banjarmasin oleh anggota Polsek setempat.(mj-tim/sir)