BNN

Museum Lambung Mangkurat Bangkitkan Seni Tutur Cerita Rakyat

  • Bagikan
Kebersamaan tim panitia dari Museum Lambung Mangkurat dan Pendidik dari TPA TP Al Quran Al-Husna. (Sumber Foto: Museum Lambung Mangkurat)

Dilaksanakan di TKA TP Al Quran ‘Al Husna’ Unit 158 Mentaos Banjarbaru, Museum Lambung Mangkurat menggelar kegiatan Story Stelling, bangkitkan seni tutur cerita rakyat yang mengandung banyak nasehat atau petuah.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Lokasi pelaksanaan kegiatan Story Stelling, adalah TKA TP Al. Qur,an “Al-Husna” Unit 158, Jalan Gotong Royong Nomor 11 RT. 02/06 Mentaos Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru, tanggal 13 September 2021 dan 15 September 2021.

Story Stelling I pada 13 Sepetmber 2021 menghadirkan Bunda Enik, pendongeng dan pembawa cerita. Dipandu M Nordiansyah S Pd. Pembukaan kegiatan Story Telling I oleh Zailani SE

Sedangkan Story Stelling II pada 15 September 2021, diisi oleh Ibu Cahaya Komala Sari menjadi pendongeng/pembawa cerita. Lalu, master of ceremony (MC) ustadzah Raudatul Aplahah SSn. Pembukaannya, Dra Hj Parida Ariyani

Diharapkan, nilai-nilai luhur yang terkandung cerita tersebut akan berguna untuk mereka menjadi bersikap jujur, santun, gotong royong dan menghormati orang lain.

Story telling ini juga mewujudkan program pemerintah berupa pendidikan karakter dan pekerti bangsa.

Ini sesuai dengan program pemerintah Republik Indonesia yaitu Gerakan Nasional Cinta Museum pada tahun sebelumnya, pembangunan kita salah satunya adalah membangun karakter dan budi pekerti bangsa supaya lebih bermartabat.

Kegiatan story telling ini sebagai realisasi dari program kerja  Museum Lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan tahun 2021.

Program ini adalah  upaya museum dalam rangka meningkatkan fungsi museum sebagai lembaga pemeliharaan, pelestarian koleksi dan penyajian informasi/koleksi yang bercorak sejarah atau kebudayaan, baik untuk kepentingan ilmiah dan pendidikan.

Museum Lambung Mangkurat telah membuat  program kerja untuk pemasaran museum agar lebih dikenal masyarakat terutama dilembaga pendidikan terutama tingkat dasar dan menengah.

Melalui hal seperti inilah diharapkan mereka mengenal salah satu budaya kita yaitu mengenal cerita rakyat yang memuat nilai-nilai edukatif di dalamnya, agar pendidikan karakter dan pekerti bangsa kita dapat terealisasi sesuai tujuan pemerintah kita. (museumlambungmangkurat/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + five =