oleh

MUI Kalsel Keluarkan Sikap Pembacaan Doa Viral Dipimpin Non Muslim

BANJARMASIN, Koranbanjar.net – Atas kasus pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh non muslim yang sempat viral di media sosial, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan mengeluarkan sikap atas kejadian tersebut.

Bagi Ketua MUI Kalsel, KH.Husin Naparin, hal itu tidak bisa diterima, karena bagi agama Islam yang mayoritas di Indonesia, pembacaan doa secara bersama-sama dengan umat yang berbeda keyakinan, seyogyanya doa tersebut harus dipimpin orang muslim dan dengan cara Islam.

“Memang bagi kita umat Islam, doa bersama itu harus dipimpin umat Islam, tidak bisa mengikuti doa non muslim, ini tidak bisa diterima,” ucapnya kepada sejumlah media usai menghadiri pembukaan diskusi revitalisasi penulisan Mushaf Al-Banjari di Kantor MUI Kalsel di Banjarmasin, Sabtu(19/10/2019).

Ditegaskannya, baik dalam acara apapun, dimana pesertanya terdapat orang muslim,disamping berdasarkan mayoritas juga perbedaan keyakinan, maka doa tetap dilakukan dengan cara Islam.

“Apalagi hal itu terjadi di Kalsel, daerah yang kental dengan agama islamnya, kita tidak akan mengakui dan menerima non muslim pimpin doa,” tandasnya.

Terkait surat rekomendasi dari MUI Jawa Timur (Jatim) yang meminta MUI Pusat mengambil sikap terhadap dua kasus pembacaan doa secara non muslim. Pertama di Hari Kesaktian Pancasila, kedua yang direncanakan akan dilakukan saat Sidang Paripurna akhir MPR RI masa jabatan 2014-2019.

Husin Naparin mengaku belum membahas hal itu secara mendetail.

“Kita belum membahasnya secara mendetail,” tukasnya.

Sebelumnya telah viral sebuah video berdurasi singkat di medsos yang menayangkan kejadian pembacaan doa di Hari Kesaktian Pancasila yang dipimpin oleh bukan umat Islam.

Seremonial tersebut diduga telah digelar oleh Perusahaan Maskapai Penerbangan PT Garuda Indonesia Group.(yon)

Komentar

Jangan Lewatkan