Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Motif Pembunuhan di Batu Benawa Kalsel, Tersinggung Dituduh Memasak Makanan Hasil Curian

  • Bagikan
PEMBUNUHAN – Korban terpakar di tepi jalan.(foto: ist)
PEMBUNUHAN – Korban terpakar di tepi jalan.(foto: ist)

Motif perkelahian yang berujung dengan pembunuhan di Desa Layuh, Kecamatan Batu Benawa Kabupaten HST, Kalsel sudah terungkap. Dua pelaku menghabisi korban, Imul, warga Desa Aluan, Kecamatan Batu Benawa, lantaran tersinggung dengan ucapan korban yang menyebutkan mereka telah membuat masakan hasil curian.

BARABAI, koranbanjar.net – Dua pelaku yang telah menghabisi Imul adalah Adul dan Ugih. Mereka terlibat perkelahian sengit di Desa Layuh pada Sabtu (30/10/2021).

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Danang Widaryanto melalui Kasubsi PIDM Humas Polres Hulu Sungai Tengah Aipda Husaini kepada koranbanjar.net, Minggu (31/10/2021) menceritakan kronologi kejadian.

Pada Sabtu, (30/10/2021) sekitar jam 13.00 WITA, kedua pelaku Adul dan Ugih sedang membuat acara masak-masak bersama di rumah salah satu warga setempat. Saat itu korban juga berbaur bersama mereka. Kemudian, pelaku mengajak korban untuk menikmati makanan yang mereka masak bersama. Akan tetapi korban menolak dengan dalih bahwa makanan yang dimasak merupakan hasil curian.

Ditambahkan, setelah mendengar ucapan itu, Adul dan Ugih merasa tersinggung dan langsung terlibat adu mulut dengan korban. Lalu, Imul meninggalkan tempat itu dan langsung mendatangi rumah ketua RT setempat untuk mintai bantuan menyelesaikan permasalahan itu.

Kemudian, pukul 16.00 WITA, korban kembali mendatangi Adul dan Ugih. Lagi-lagi mereka terlibat keributan, namun sempat dilerai warga di sana. Tak sampai di situ, sekitar pukul 18.00 wita, Imul datang lagi dengan membawa batangan besi. Terjadilah perkelahian, akan tetapi justru korban yang terkapar bemandikan darah hingga tewas.

KORBAN – Mengalami luka yang mengenaskan. (foto: ist)
KORBAN – Mengalami luka yang mengenaskan. (foto: ist)

Seorang warga Desa Layuh yang minta namanya dirahasiakan mengungkap, Adul, Ugih serta Imul memiliki hubungan perkawanan, meski tinggal di desa yang berbeda. “Mereka juga sering minum minumanan oplosan bersama,” ujarnya.

Imul merupakan petani karet yang hampir setiap hari datang ke Desa Layuh untuk menyadap karet, setelah menyadap karet biasanya mereka berkumpul, sambil minum alkohol.

Saat ini kedua pelaku masih dalam penyelidikan pihak Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah.(mj-41/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *