Miris, Korban Sempat Mengeluh Sakit di Status Whatsapp

Petugas Kamar Jenazah RSD Idaman Banjarbaru menunjukkan kondisi korban, Jumat (2/12/2022). (Sumber Foto: Ari/Koranbanjar)
Petugas Kamar Jenazah RSD Idaman Banjarbaru menunjukkan kondisi korban, Jumat (2/12/2022). (Sumber Foto: Ari/Koranbanjar)

Sebelum berakhir hidupnya, Sutini (41) yang ditemukan terbujur kaku di sebuah warung Tol Lingkar Selatan Jalan Gubernur Soebardjo, ternyata sempat membuat status di Whatsapp mengeluhkan sakit.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat membuat status Whatsapp.

Isinya, ‘Ya Alloh gusti pngen ngeluh nyerah. rasanya pngin jerit. sak bantere. bn do krungu’. (Ya Allah Gusti, ingin ngeluh nyerah. Rasanya ingin teriak. Sekuat kuatnya. Biar kedengaran.)

Hal itu, disampaikan oleh teman korban kepada pihak Kepolisian. “Dari status korban, sepertinya mengeluhkan sakit. Dari teman korban, juga mengatakan hal begitu,” ucap Baur Inafis Polres Banjarbaru Bripka Aulia Rahman, Jumat (2/12/2022).

Dikatakannya juga, dilihat dari kondisi korban tepatnya pada mata. Bola mata korban tidak lagi berwarna putih, melainkan kuning.

“Dugaan sementara, korban ada penyakit liver. Lalu dikuatkan juga, pada tepat di ulu hati korban ada salonpas atau koyo yang menempel,” katanya.

Sementara itu, korban yang ditemukan di warung itu ternyata untuk menumpang tidur semalam. Sebelum korban mencari tiket kapal dengan tujuan pulang kampung.

Korban, datang ke warung itu pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 Wita. Kemudian, korban sempat memasak dan masuk ke kamar untuk tidur sekitar pukul 22.00 Wita. Pada pagi harinya, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

“Korban ini dari Batulicin mau mencari tiket kapal, dan singgah di warung temannya untuk beristirahat,” ungkapnya

Diketahui, di sebuah warung di Tol Lingkar Selatan Jalan Gubernur Soebardjo RT 11 Rw 03 Kelurahan Landasan Ulin Barat Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Ditemukan mayat wanita di dalam kamar warung.

Korban saat ini sudah berada di Kamar Jenazah RSD Idaman Banjarbaru untuk menunggu pihak keluarga mengetahui kondisi korban sudah meninggal dunia. (maf/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *