Minta Hujan, Masyarakat HSS Gelar Salat Istisqa Serentak

oleh -97 views
Minta Hujan, Masyarakat HSS Gelar Salat Istisqa Serentak
Pemkab HSS serta masyarakat menggelar salat Istisqa di Masjid Taqwa Kandangan usai salat Jumat, (13/9/2019) (foto: hidayat/koranbanjar.net)

KANDANGAN, koranbanjar.net – Hujan tak kunjung turun, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) makin meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama MUI HSS layangkan surat edaran tentang imbauan salat minta hujan (Istisqa) di masjid-masjid.

Tadi, Jumat (13/9/2019), secara serentak masyarakat HSS menggelar salat Istisqa usai Salat Jumat di masjid masing-masing. Di Kecamatan Kandangan sendiri tercatat setidaknya masyarakat melaksanakan salat Istisqa di 20 masjid.

Sementara Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry dan Wakil Bupati Syamsuri Arsyad serta jajarannya melakukan salat Istisqa di Masjid Agung Takwa Kandangan.

Dalam Salat Istisqa, mereka berdoa minta diturunkan hujan dan rahmat dari Allah SWT, agar musibah Karhutla segera berakhir.

Dalam khotbah Jumat oleh Ustaz Zaki Mubarrak Masjid Agung Takwa Kandangan menyampaikan, pada hakikatnya manusia diperbolehkan memanfaatkan alam dan isinya, bukan berarti tanpa ada batasan-batasannya.

Meskipun memanfaatkan lahan dengan cara pembakaran dapat menguntungkan materi bagi pelakunya, menurutnya juga akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum termasuk bagi pelakunya sendiri.

Lahan yang diciptakan Allah Swt sebagai sarana kemakmuran umat manusia, ditegaskannya siapa pun dilarang keras merusaknya dengan cara apapun.

“Seperti melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan bahaya dan kerugian yang sangat besar, yang menimpa manusia dan seluruh aktivitasnya,” paparnya.

Untuk itu, ia mengimbau untuk menghindari kegiatan merusak alam dan lingkungan hidup di sekitar, serta berupaya melestarikan alam ciptaan Allah swt yang dikaruniakan kepada umat manusia.

“Marilah kita memperbanyak tobat dan istigfar atas kesalahan kita, mudah-mudahan menurunkan rahmat, hujan lebat, mudahan karhutla dan kabut asap segera berakhir,” pungkasnya.

Untuk diketahui, terdapat tiga poin seruan dalam edaran tersebut. Pertama, para alim ulama, tokoh agama, pimpinan lembaga keagamaan islam dan masyarakat muslim umumnya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak istigfar, zikir, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, salawat dan sedekah, serta berdoa untuk keselamatan masyarakat HSS dunia dan akhirat.

Poin kedua berisi seruan bersama-sama melaksanakan salat Istisqa atau salat hajat berjamaah, secara serentak setelah salat Jumat (13/9/2019) di masjid agung, masjid besar, atau masjid-masjid lain yang ada di HSS.

Terakhir, mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan santun menyayangi dan melindungi semua tumbuhan hayati yang berkembang di alam terbuka, dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, sehingga tercipta lingkungan yang indah dan sejuk, serta terbebas dari polusi udara. (yat/dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan