Minim Tenaga Dan Fasilitas Kebersihan Di Tabalong

oleh -63 views
Minim Tenaga Dan Fasilitas Kebersihan Di Tabalong
Tumpukan sampah di Kabupaten Tabalong. (Foto: ist/koranbanjar.net)

TANJUNG, Koranbanjar.net – Minimnya tenaga atau petugas kebersihan, juga minim fasilitas sarana dan prasarana dirasakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong.

DLH Tabalong masih kekurangan peralatan yang memadai untuk menangani sampah.

Kendati keterbatasan atau kekurangan itu, DLH Tabalong tetap berupaya mengefektifkan tenaga kerja yang ada, termasuk alat angkut dan sejenisnya

Ketika membicarakan luas Tabalong, DLH Tabalong baru mampu melayani 3 kecamatan yaitu Tanta, Tanjung, dan Murung Pudak.

Sementara, kecamatan yang lain ada 9 itu hanya mampu melayani untuk ibukota Kecamatan dan pasar-pasar kecamatan.

Kepala DLH Tabalong Rowi Rawatianice mengatakan, tenaga kerja saat ini yang ada pada 3 kecamatan sekitar 300 orang lebih.

Kecamatan lain masing-masing ada terkonsen di Muara Uya sekitar 10 orang, di Kelua sekitar 15 orang dan orang-orang itu memegang armada ada 2 unit di bagian selatan dan utara.

“Seharusnya pelayanan itu harus sampai ke semua tempat, yang mana bisa kami lakukan akan kami lakukan,” katanya, Kamis (10/10/2019).

Tenaga juga sebenarnya kurang, sambung dia, tapi mereka tidak boleh mengeluh karena itu sudah prinsip.

2 unit armada ini dalam seminggu diputar untuk wilayah selatan seperti Pugaan, Banua Lawas, Kelua, dan Muara Harus itu keliling.

Kemudian di utara ada Muara Uya, Jaro, Haruai, dan Bintang Ara.

Berikutnya, mengenai pembuangan sampah liar itu tidak bisa dipungkiri, tidak hanya di Tabalong. Di mana-mana juga pasti ada pembuangan sampah liar.

“Tetapi kita selalu ada upaya untuk meminimalisir masalah itu, makanya kita layanan sudah mulai buka dan kembangkan, setiap kecamatan sudah kita jalankan,” ucapnya.

Walaupun, cetus dia, masih baru di ibukota kecamatan dan pasar-pasarnya tapi paling tidak sudah berupaya untuk meminimalkan pembuangan sampah liar tadi.

Dalam penanggulangannya saat ini bagian sampah-sampah liar yang pasti ketika ditemukan, akan langsung di angkut tetapi juga melakukan pembinaan di sana, melakukan pembuangan sampah.

“Artinya jangan membuang sampah di sini, kita tanyakan apakah masalahnya kemudian kita arahkan buanglah sampah tapi jangan di sini. Tempatnya kita sudah ada bisa ke TPS atau ke TPA langsung,” katanya.

Selanjutnya, rencana tahun ini akan ditambahkan 3 sarana, dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) dan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Kemudian tahun depan DLH sudah mendapatkan informasi, bahwa DAK akan mendapatkan 6 unit dengan itu yang tadinya sarana di selatan dan di utara sama 2 unit akan disupport lagi menjadi masing-masing 3 unit.

“Mudah-mudahan akan semakin luas layanan kami, di kota juga akan kami tingkatkan lagi, dalam amanat undang-undang kami memberikan layanan se Kabupaten Tabalong,” tegas dia.

Cuma, karena konsen masyarakat banyak yang di perkotaan dengan segala kompleksitas permasalahannya. Mau tidak mau memang kelihatannya lebih diutamakan yang di kota, tapi sebenarnya tidak ada istilah utama atau tidak utama, semuanya sama saja.

DLH juga saat ini lebih konsen bagaimana mendorong masyarakat itu punya andil, karena ketika berbicara tentang target nasional, DLH di targetkan melakukan pengurangan sampah.

Pengurangan itu akan bisa dilakukan ketika semua lini ikut, mulai dari masyarakat secara individu yang menghasilkan sampah sampai kepada DLH, mengelola sampah.

“Jadi untuk bisa melakukan itu yang dibenahi adalah individu bahwa sampah bukan lagi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi masing-masing individu punya tanggung jawab,” pesan Rowi.

itu yang akan selalu dilakukan, edukasi di sekolah lewat Adiwiyata, di kelompok masyarakat melalui Karang Taruna dan sebagainya sudah mulai dimasuki.

DLH akan membangun mindset masyarakat secara individu dari kelompok kecil, besar dan semuanya sama-sama paham bahwa sampah ini bukan tanggung jawab siapa-siapa tapi tanggung jawab kita semua. (mj-26/dya)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan