oleh

Meriahkan Perang Meriam Karbit, Panitia Siapkan Modal Ratusan Juta

BARABAI, KORANBANJAR.NET – Batampur (perang) Meriam Karbit di Hulu Sungai Tengah kembali akan dilaksanakan pada malam H+2 Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Kalau tahun kemarin dilaksanakan di Desa Pandawan, Kecamatan Pandawan kali ini perang meriam karbit akan dilaksanakan desa tetangga yakni di Desa Buluan Kecamatan Pandawan.

Perang meriam karbit merupakan tradisi masyarakat di Pandawan sejak puluhan tahun lalu. Meriam yang digunakan terbuat dari batang pohon aren yang sudah cukup tua dan memiliki ukuran diameter yang cukup lebar, bahkan bisa belih dari 1 meter.

Tahun ini panitia kembali membuka pendaftaran bagi masyarakat atau kelompok yang ikut memeriahkan acara ini dengan membawa meriam masing-masing. Pendaftaran dibuka sejak awal Ramadan kemarin Sampai H-10 Idul Fitri mendatang.

Basirin, Panitia acara Batampur Meriam Karbit kepada koranbanjar.net mengungkapkan, pendaftaran peserta bertujuan supaya panitia bisa mendata jumlah meriam yang akan diikutkan dalam acara nantinya.

Ia mengungkapkan, pendaftaran tidak dipungut biaya sepeserpun. Selain itu pihak panitia menyiapkan dana sekitar 126 juta rupiah yang mana dana tersebut hasil sumbangan dari donator dan permohonan kepada beberapa instansi melalu proposal.

Dana ratusan itu, tutur Basirin, nantinnya akan digunakan untuk pembelian karbit dan keperluan lainnya. Ditanya berapa jumlah karbit yang akan dibutuhkan pada hari acara nanti, ia belum bisa memastikan.

“Tidak bisa dipastikan tahun ini berapa ton karbit yang perlu disiapkan, mengingat masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk melakukakn pendaftaran peserta. Setelah habis masa pendaftaran baru kami bisa memastikan berapa ton karbit yang disiapkan,” ujarnya kepada koranbanjar.net, Selasa (21/5/2019).

Namun, lanjutnya lagi, untuk sementara pihaknya akan menyediakan karbit sebanyak 1,2 ton dan ada kemugkinan akan bertambah.

“Sejak awal Ramadan sampai hari ini, tercatat sudah 88 buah meriam yang akan menghiasi acara malam H+ 2 Idul Fitri, dan masih akan terus bertambah selagi masa pendaftaran masih dibuka,” ungkap Basirin.

Perang meriam karbit ini biasanya dilaksanakan di lapangan luas yang jauh dari perumahan warga. Selain itu meriam karbit dibagi pada beberapa kelompok yang saling berhadap-hadapan, namun jaraknya relatif masih jauh antara kelompok satu dan lainnya.

Suara ledakan menggelegar yang dihasilkan meriam karbit sangat keras. Oleh karena itu bagi para pengunjung disarankan agar menutup telinga dan tidak terlalu dekat dengan meriam karbit itu sendiri.

“Kalau mau menyaksikan jangan terlalu dekat dengan meriam, bisa berbahaya, serta bagi para pengunjung agar memperhatikan barang bawaannya seperti dompet, handphone dan barang berharga lainnya, mengingat membeludakknya pengunjung, dan supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan,” imbaunya.

Basirin menambahkan, bagi para pengunjung yang akan menyaksikan acara ini, mereka diharuskan membeli tiket masuk seharga10 ribu rupiah untuk satu orang pengunjung. “Tiket bisa didapatkan pada acara hari H atau malam ke dua Idul Fitri,” tutupnya. (mdr/dra)

Komentar

Berita Terkini