Menyambung Sejarah Kesultanan Banjar dan Islam Melalui Ziarah Kubro

oleh -261 views
Pangeran Nooryakin memberikan penjelasan tentang Sultan Banjar kepada peserta Ziarah Kubro Susur Sungai (foto: leon/koranbanjar.net)
Pangeran Nooryakin (foto: leon/koranbanjar.net)

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Kegiatan Ziarah Kubro Susur Sungai, menyambungkan sejarah Kesultanan Banjar dan Kampung Basirih, Kuin serta Sungai Jingah dengan perkembangan Islam di Banua.

Hal tersebut dikatakan salah seorang keturunan Sultan Banjar, Pangeran Nooryakin saat Ziarah Kubro Susur Sungai yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Basirih, Rabu (3/4).

“Ziarah Kubro Susur Sungai ini menyambungkan sejarah antara Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim di Basirih dengan Sultan Suriansyah di Kuin dan Tuan Surgi Mufti di Sungai Jingah,” katanya.

Basirih adalah kampung yang dikenal relegius, juga disebut sebagai Kampung Keramat karena disitu bermakam seorang tokoh agama dan wali Allah,  Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih).

Ia berharap, wisata religius dalam rangkaian kegiatan Festival Basirih kedepannya bukan hanya di wilayah  Banjarmasin, tapi bisa meluas hingga ke Hulu Sungai.

“Masyarakat Kalsel sangat kental agamanya dan religius. Karena itu, banyak tokoh agama yang tersebar hingga keseluruh wilayah Kalsel bahkan Kalimantan dan Nusantara,” ujarnya.

Festival Basirih diakui murni sebagai kegiatan keagamaan dan tidak ada tendensi politik apapun. (al/ndi)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan