oleh

Mentan Targetkan 2,5 Juta Petani Milenial, Namun Jaringan Internet Jadi Kendala

BANJARBARU, koranbanjar.net – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menargetkan bisa menciptakan 2,5 juta pengusaha milenial pada sektor pertanian dalam 5 tahun kedepan. Termasuk Kalsel pun, turut mendukung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, untuk mendukung program tersebut ada kendala yang dihadapi seperti kesusahan jaringan internet.

“Karena yang membuka websitenya se-Indonesia. Terkadang susah, dan komunikasi terputus. Ini yang perlu diperbaiki,” ujarnya kepada koranbanjar.net, beberapa hari yang lalu.

Ia menjelaskan, ada ribuan petani milenial di Kalsel yang siap ditampung pada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai home base.

“Jumlah petani milenial, ada 3000 khusus Kabupaten Banjar. Perkiraan, semua yang ada di Kalsel ada 5000 lebih. Petani muda (milenial) itu direkrut, untuk bekerja di konstra tani (komando strategi petani) yang berada di BPP,” ungkapnya.

Di BPP, mereka (petani milenial) bisa melakukan kegiatan pertanian. Di sana, akan mendapatkan akses untuk memperoleh pupuk, pestisida, dan membuka jual belinya. “Mereka hanya perlu buka link,” lanjutnya.

Seperti diketahui, BPP di Kalsel berada di 2 tempat yakni Barito Kuala dan Tapin.

“Total ada 7, sebanyak 3 di Barito Kuala, 4 di Tapin. Semua telah mendapatkan bantuan, dari Kementan berupa drone, laptop, televisi. Mereka sudah konek (tersambung),” paparnya.

Menurutnya, yang disebut petani milenial yaitu pengusaha yang bisa bekerja memproduksi, menghasilkan, menjual, menerima sendiri atau bisa dibilang mandiri.

“Sekarang, kita bergerak menyiapkan. Semula 7, tahun 2021 nanti ditambah 20 sampai total 129 BPP di 13 Kab/Kota. Tahun 2020, hanya tambah 75 BPP dulu. Tahun 2021, baru bisa terealisasi semua,” kata dia. (ykw/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: