oleh

Meninggalnya Gadis Pengunjung Diskotik Diduga OD, GM HBI: Kami Kecolongan

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – General Manager (GM) Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), Eri Sudarisman mengaku pihaknya kecolongan atas meninggalnya Putri Amelia, warga Nagara Kabupaten HSS, yang diduga akibat over dosis (OD) usai dugem di Diskotik HBI, Banjarmasin, Sabtu (4/5/2019) subuh.

“Kita mengakui malam itu kecolongan dan tidak memperhatikan betul-betul tamu yang datang, sehingga terjadilah seperti ini,” ujarnya saat ditemui koranbanjar.net di HBI, Banjarmasin, Sabtu (4/05) malam tadi.

Padahal, kata Eri, biasanya pihaknya selalu memeriksa para pengunjung diskotik. “Kalau ada pengunjung yang aneh-aneh itu kita larang masuk, tapi malam itu kita lengah. Tamu begitu banyak karena juga ada acara Nela Kharisma,” imbuhnya.

GM HBI, Eri Sudarisman. (foto: al/koranbanjar.net)

Dia berjanji akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran bagi pihaknya agar lebih teliti dan waspada lagi dalam menerima tamu diskotik maupun tamu karaoke.

“Saya juga minta security agar lebih ekstra dalam mengawasi dan memantau para pengunjung, jika ada hal-hal yang tidak wajar atau mencurigakan segera aja ditindak, suruh keluar jangan dikasih masuk,” katanya.

Atas kejadian ini, Eri menyampaikan bela sungkawanya terhadap pihak keluarga korban. “Semoga almarhum gadis belia tersebut mendapatkan ampunan dan rahmat di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Dari keterangan yang diperoleh koranbanjar.net melalui seorang security RS Sari Mulia Banjarmasin, Budi Ismanto, pada saat subuh Sabtu itu, sekitar pukul 03.45 WITA, datang dua orang pemuda ke IGD membawa seorang remaja putri (Putri Amelia) dengan menggunakan kursi roda. Saat itu Putri Amelia sudah dalam keadaan tak sadar.

“Petugas langsung mengambil tindakan pertolongan pertama, tapi perempuan (Putri Amelia) tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tuturnya.

Budi menceritakan, pihak petugas rumah sakit belum bisa memastikan sebab meninggalnya gadis belia yang diperkirakan berusai 14 tahun itu karena belum sempat dilakukan autopsi.

Sedangkan dua orang laki-laki yang mengantarkan korban, kata Budi, pergi meninggalkan IGD RS Sari Mulia tanpa sepengetahuan petugas rumah sakit.

Kabar lain menyebutkan salah satu dari kedua laki-laki itu diduga teman dekat Putri Amelia.

Sementara pihak Reskrim Polsek Banjarmasin Timur, saat dikonfirmasi, belum bisa memberikan keterangan terkait tewasnya gadis belia pengungjung diskotik HBI itu.

“Maaf mas kita tidak berani (memberi keterangan). Lagian ini kan udah selesai, dari pihak keluarga korban juga tidak ingin melakukan apa-apa,” ucap seorang anggota Reskrim Polsek Banjarmasin Timur tanpa menyebutkan namanya.

Diketahui, Jenazah Putri Amelia sudah diurus pihak keluarga. (al/dny)

Komentar

Berita Terkini