Mengintip Rahasia Aan Damayanti dari Gendut Menjadi “Seksi”

Aan saat berolahraga.
Aan saat berolahraga.
Jurnalis koranbanjar.net, Yuliandri Kusuma Wardani
Jurnalis koranbanjar.net, Yuliandri Kusuma Wardani

Bermula dari ejekan teman yang menyebut “gendut” membuat gadis kelahiran Barabai 1 Oktober 1998, yan masih kuliah di Akademi Kebidanan Banjarbaru mahasiswi tingkat akhir, Aan Damayanti pemilik instagram @damayanti98 memutuskan untuk membuat pola hidup sehat dengan diet dan olahraga rutin setiap hari.

YULIANDRI KUSUMA WARDANI, Banjarbaru

Bahkan ejekan dari teman tidak membuatnya jatuh tetapi menjadi cambukan supaya bisa membuktikan bahwa ia bisa seperti yang lain. “Sebenarnya kalau orang-orang ngebully itu nggak ada, paling cuma temen-temen yang sering becanda aja tapi nggak pernah nanggepin. Terus lama kelamaan akhirnya sadar sendiri kalau ini badan biasanya nyari-nyari baju susah, ukurannya pas all size dan kalau foto susah juga ngatur pose, kadang-kadang ngiri kalo liat orang-orang di sosial media (sosmed) yang punya body goals, akhirnya mulai dari situ aku nyari referensi influencer tentang diet dan olahraga,” ujar gadis manis ini mulai wawancara.

Mulainmembuka wawasan, cari referensi, cari teman anak-anak olahraga, mulai dari situ dia mengubah pola makan dan pola olahraga berusaha hidup lebih sehat. “Awalnya mulai gym sejak bangku SMA, tapi waktu itu jarang banget latihan, karena belum ada komitmen buat bener-bener menuju goals terus sejak akhir tahun 2018 mulai deh komitmen buat bener-bener berusaha mendapatkan body goals. Selain menekuni dunia gym juga menekuni dunia olahraga yaitu mulai dari join di komunitas lari Banjarbaru dan akhirnya mulai banyak dapat temen dari dunia olahraga, entah itu anak-anak lari, gym dan basket” ujarnya kepada koranbanjar.net melalui via telepon pukul 12.11 wita Senin (24/6/2019).

Before and After
After and Before

Sebulan, dia bisa menurunkan berat badan 5 kg, berat badan yang awalnya bulan Desember 2018 sekitar 67 kg sekarang udah 52 kg dan terbukti udah berhasil menghilangkan lemak 15 kg, lanjut gadis alumni TK Mufakat ini.

Sekarang malah banyak temen-temen yang nanya, yang minta share tentang pengalaman, minta temenin olahraga, minta masukan tentang diet.

“Menurutku kesehatan penting karena merupakan investasi besar untuk masa depan, kadang-kadang ada juga orang yang pengen diet secara instan tetapi kadang ada yang gagal atau bahkan ada yang berhasil tapi cuman bertahan sementara dan pastinya bikin ketergantungan. Kalau dari tips ala aku sendiri sih diet khusus nggak ada soalnya terkadang tips diet kita bisa nggak cocok sama metabolisme tubuh orang lain, kunci utama ya mengubah pola hidup jadi lebih sehat, atur pola makan, atur waktu olahraga, kurangi makanan yg berlemak atau gorengan, sebelum mau mulai diet alangkah baiknya harus mengerti tentang gizi seperti pembagian karbohidrat, protein, lemak itu penting banget buat kita tahu asupan yang kita makan itu jenis apa. Kemudian perbanyak wawasan referensi supaya dietnya bikin sehat bukan bikin sakit, terus untuk olahraga coba aja dulu 3-4x dalam seminggu” tutur gadis alumni SDN Landasan Ulin Barat 4 ini.

Ia mengungkapkan dampak dari selama ini diet dan olahraga rutin yaitu tubuh berasa lebih fit, lebih enteng, berasa awet muda dan lebih enak beraktivitas.

Ketika koranbanjar.net menyinggung sedikit mengenai apakah bagus menggunakan obat pelangsing secara instan, Aan (panggilan akrabnya) gadis alumni SMPN 10 Banjarbaru ini menjelaskan, bahwa bagus atau enggaknya tergantung tanggapan orang lain, biasanya kebanyakan orang nanggepinnya kalo instan baliknya cepet juga bahkan bisa lebih gede, tapi ya itu tergantung orangnya, kalau udah dapat goalsnya ya udah di jaga jangan terlalu puas sama hasil yang sekarang entar bisa lupa terus malah khilaf lagi.

“Harapan aku sih karena kesehatan itu hal utama, punya banyak uang bukan berarti menjamin kesehatan, generasi millenials harus pinter menata masa depan agar nggak ada penyesalan di hari tua, jadikan kesehatan itu buat investasi masa depan. Yang penting atur pola makan sehari-hari dibarengi dengan olahraga itu sudah harus 1 paket, kalau olahraga aja yang tekuni tapi makan masih berantakan itu juga bakal sia-sia jadi ya harus keduanya” pungkasnya.(*)

BeritaTerkait