oleh

Mengamuk Tidak Jelas, Konsumen Anirat Tukang Jahit

KOTABARU, koranbanjar.net- Mengamuk tanpa jelas permasalahannya, seorang konsumen menganiaya tukang jahit. Tak menunggu waktu lama, tersangka kasus penganiayaan berat (anirat) terhadap tukang jahit diringkus unit buser Polres Kotabaru.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 10.30 wita, dengan cara membacok menggunakan senjata tajam jenis parang.

Miris, kejadian itu bukan hanya satu orang saja menjadi korban, melainkan ada tiga orang yang masing-masing dibacok dan dipukul menggunakan palu hingga mengakibatkan kepala korban bocor.

Tersangka diringkus setelah adanya laporan masuk ke Polres Kotabaru. Tersangka diamankan sekitar pukul 12.00 Wita di Jalan Sisingamangaraja Rt 7 Kelurahan Kotabaru Hilir Kecamatan Pulau Laut Utara Kab Kotabaru, tak jauh dari lokasi kejadian.

Tersangka diketahui bernama Gusti Zahidimudaya Utama Putera (29) warga Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Kotabaru Hilir, Kotabaru.

Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Imam Wahyu Pramono SIK ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian. Ia mengatakan, pelaku sudah diamankan tak sampai 2 jam setelah laporan masuk. “Kini, pelakunya sudah diamankan dan diproses sesuai aturan berlaku,” katanya, Selasa (3/3/2020).

Informasi didapatkan koranbanjar.net kronologis kejadian bermula saat pelaku yang awalnya sempat datang ke rumah korban, Marsumi Hana dengan tujuan minta jahitkan baju.

Setelah permintaannya dipenuhi, korban langsung menyerahkan jahitan kepada pelaku. Namun, bukannya berterima kasih malah tiba-tiba langsung mengamuk tanpa alasan jelas.

Bahkan, pelaku langsung mengeluarkan sebilah parang dan membacok Marsumi di bagian kepala belakang. “Akibat bacokan itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala belakang,” kata Iptu Imam.

Datang korban lainnya, Siti Masitah yang ingin melerai. Apes, Siti Masitah justru dipukul menggunakan palu dan mengalami luka pada bagian kepala. Nasib sama dialami Supiansyah, punya maksud juga ingin melerai. Justru Masitah dipukul menggunakan palu hingga kepala bagian kiri berlubang.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung pulang, sementara korban langsung melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Lantas, pelaku dapat diringkus.

“Pengakuan tersangka, menganiaya Supiansyah karena dituduh melukai dua korban lainnya. Sedangkan aniaya lainnya tidak diakui karena tidak sadar lantaran memiliki riwayat sering kerasukan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kotabaru. (cah/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: