Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Nekat Akhiri Hidup Gantung Diri

  • Bagikan
Korban dan tali yang digunakan untuk bunuh diri. (Foto:Humas Polres Banjarbaru/koranbanjar.net)

Tindakan nekat bunuh diri kembali terjadi di Kota Banjarbaru. Seorang pria mengakhiri hidup gantung diri dengan seutas diri. Menurut keterangan keluarga, sebelum hari kejadian, korban mengaku dapat bisikan gaib dari teman akrabnya yang sebulan lalu melakukan hal sama.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Peristiwa ini terjadi di Komplek Lestari Nomor 82 RT 04 RW 05 Jalan Gotong Royong 3 Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru, Selasa (26/10/2021) malam.

Korban, Zainal (21) warga Komplek Lestari yang berprofesi sebagai tukang parkir di Lapangan Murdjani, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor menjelaskan, sehari sebelum kejadian korban bercerita kepada pacarnya bahwa didatangi dan dibisiki untuk ikut dengan temannya yang sudah meninggal sebulan lalu.

“Temannya ini satu bulan lalu meninggal dunia dengan cara yang sama yakni gantung diri,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, menurut saksi mata, adiknya dan pacarnya, di lokasi kejadian teman akrabnya, barang berupa kaos kaki milik temannya hilang.

“Lalu ceritanya di lokasi kejadian korban Zainal, ditemukan kaos kaki temannya itu di kamar korban, tempat korban gantung diri,” katanya.

Korban terakhir dilihat pada siang harinya sekitar pukul 12.00 Wita. Sekitar pukul 17.30 Wita pacar korban datang ke rumah dan menemui ibu dan adik korban.

“Semua saksi, ibu, adiknya dan pacarnya ingin memeriksa korban di kamarnya. Tetapi terkunci dari dalam, dan diintip oleh ibunya melalui lubang kecil,” ucapnya.

Saat dilihat dari lubang kecil, ibu korban kaget karena melihat kaki korban yang menjuntai. Adiknya pun mendobrak pintu dan melihat kakaknya sudah tergantung.

“Orang tuanya kaget dan mengambil pisau untuk memotong tali dileher korban. Adik beserta pacarnya meminta bantu tetangga,” ungkapnya.

Selanjutnya, dari hasil Inafis Polres Banjarbaru tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hanya ada bekas jeratan tali di leher korban,” ujarnya. (maf/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *