Baznas

Mengabadikan Lembah Kahung Lewat Lomba Fotografi, Hasilnya Wow! Fotografer pun Berdecak Kagum…

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJAR, KORANBANJAR.NET – Even “Kahung Journey” yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan tak hanya melakukan ekspedisi dengan melibatkan 700 peserta. Tetapi masih serangkaian dengan even tersebut, Dishut juga menggelar lomba fotografi Lembah Kahung.

Hal itu ditujukan untuk mempromosikan Lembah Kahung, sebagai salah satu tujuan destinasi wisata di Kalimantan Selatan yang sangat menarik.

Lomba fotografi bertajuk ‘’Lembah Kahung Journey’’ dilaksanakan dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke 35 selama 3 hari, dari 30 Maret 2018 sampai 1 April 2018.

Sebanyak 36 perserta mengikuti lomba ini yang terbagi atas 19 perserta dari umum dan 17 peserta perwakilan dari SKPD Provinisi Kalimantan Selatan. Kegiatan yang mengabadikan keanekaragaman hayati dan pemandangan Lembah Kahung ini digagas Kepala Dinas Kehutanan DR. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP dengan tujuan agar mendapat sudut pandang yang berbeda dari Lembah Kahung.

Salah satu peserta, Fahriansyah yang dua kali menginjakkan kakiknya ke Lembah Kahung mengatakan, dirinya salah satu orang yang beruntung karena dapat melihat dan mengabadikan beberapa keanekaragaman hayati dari yang ada di Hutan Kahung seperti pohon meranti dan jamur beraneka bentuk yang tumbuh di hutan hujan tropis.

Tidak berbeda jauh dengan Fahriasnyah, Muhammad Aufa yang baru pertama kali mengujungi Lembah Kahung mengatakan, lomba foto di Lembah Kahung ini sangat menarik, tidak hanya pohon-pohon besar yang berhasil direkam dalam lensa kameranya tetapi juga beberapa hewan seperti cacing, semut besar dan kaki seribu yang ukurannya melebihi ukuran yang biasa ditemukan di perkotaan.

Hal yang menarik menurut Aufa, justru air sungai yang mengalir dari air terjun Kahung mempunyai warna, kejernihan dan rasa yang segar berbeda dengan air sungai yang lain.

Perserta lain Icha menimpali. “Kahung Journey ini luar biasa! Salut buat panitia dan segala usahanya untuk even ini.”

Menurutnya even ini bukan hanya sebuah cara nyata dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan dan hari hutan internasional, tetapi lebih ke bukti nyata mendekatkan kami peserta terutama para ASN agar lebih dekat dengan alam, mencintai hutan beserta isinya dan mengerti betapa pentingnya arti hutan sesungguhnya.

Selanjutnya apresiasi yang sangat besar untuk masyarakat Desa Belangian yang sangat ramah dalam menyambut para peserta.

Dengan kondisi Lembah Kahung yang berbukit, merupakan suatu tantangan tersendiri bagi para peserta. Walaupun demikian kondisi ini tidak menyulutkan niat para peserta untuk mengabadikan Lembah Kahung dari lensa mereka terlebih besar harapan dari seluruh peserta agar kegiatan lomba ini dapat dilaksanakan lagi tahun depan dengan waktu yang lebih lama.(humas dishut kalsel/sir)

 

  • Bagikan