oleh

Memprihatinkan, Jalan Ini Masih Limbah Batubara, Apa Kabar Pemko?

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Jalan yang terletak di desa Teluk Mendung, Antasan Bondan Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan Kotamadya Banjarmasin ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Di saat Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR nya membangun jalan beton di beberapa gang di wilayahnya, jalan yang dihuni oleh kurang lebih 400 warga ini masih berupa tanah yang dicampur dengan limbah batubara.

Kondisi ini diungkapkan oleh salah satu warga bernama Murjani, ia adalah seorang Wakil Ketua RT di wilayah setempat yakni RT 17. Jalan itu juga bersebelahan dengan sebuah perusahaan perkapalan, PT Maritim Barito Perkasa (MBP) Banjarmasin.

Memprihatinkan, Jalan Ini Masih Limbah Batubara, Apa Kabar Pemko?
Jalan limbah batu bara yang becek akibat terkena air hujan, terletak di GG MBP Desa Teluk Mendung. 20 tahun terbengkalai tidak ada perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin.(Foto: Jan/warga/ koranbanjar.net)

“Kami minta tolong diperhatikan jalan ini, masa masuk wilayah Kotamadya Banjarmasin, tapi terabaikan, yang lain jalan sudah pada dibeton, dicor, tempat kita hampir puluhan tahun ini masih aja seperti ini. Kami terpaksa urunan duit menguruk jalan ini, alhamdulilah walaupun dengan limbah batubara sudah bisa dilalui pakai motor, sebelumnya tidak bisa karena hanya titian yang terbuat dari kayu galam. Tetapi ini pun kalau sudah musim hujan jalannya becek berair, kasian anak-anak sekolah bajunya pada kotor semua terkena debu batubara,” beber Jani–biasa ia dipanggil.

Ketika ditanya adakah bantuan lain selain swadaya masyarakat, dirinya menyebut MBP (PT MBP) pernah memberikan bantuan berupa uang sebesar tiga juta lima ratus ribu rupiah. Sebelumnya MBP juga pernah memberikan bantuan berupa kayu untuk membuat siring pada jalan yang berusia hampir 20 tahun itu.

“Namun belakangan ini MBP sudah tidak pernah membantu lagi,” katanya.

Menurut Jani, kondisi jalan ini semenjak pergantian beberapa kali Kepemimpinan Ketua RT tidak ada perubahan yang signifikan, masih terbuat dari titian kayu, memasuki periode RT terakhir bernama Mahdiani, yang meninggal satu tahun yang lalu, barulah jalan ini berupa tanah limbah batubara.

Lanjut diceritakannya, beberapa tahun yang telah lewat, Ketua RT Mahdiani (almarhum) pernah mengajukan usulan tentang jalan ini di Musrembang pada saat pertemuan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Hingga saat ini tidak ada kabarnya bagaimana hasilnya usulan kemarin, lurah pun tidak ada penyampaian apa-apa kepada warga, jadi kami menilai Pemko tutup mata tentang hal ini,” ucapnya.

Lurah Mantuil, Mukhlisin ketika ingin ditemui koranbanjar.net di kantornya, tidak ada ditempat. Menurut salah satu stafnya, Apri mengatakan yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah umrah.

Pada kesempatan lain, Babinkamtibmas Polsek Banjarmasin Selatan, Darma Suriadi mengaku sudah beberapa kali diajukan ke Musrenbang di Kantor Kelurahan Mantuil.

“Bahkan dari dinas PUPR ikut dalam pertemuan itu,” akunya.

Sementara pihak MBP, ketika ditanya perannya selama ini di kampung Teluk Mendung terutama kaitannya dengan jalan itu, Ersa Humas MBP mengatakan, MBP membantu membuatkan jalan ini sekitar tahun 2009 dan perawatan beberapa tahun sekali. Bahkan nama gangnya pun dinamai nama gang MBP inisiatif warga. Ia berujar, secara logika tidak mungkin tidak ada bantuan sama sekali dari awal oleh MBP.

“Selebihnya bagaimana kontribusi MBP terhadap kampung tersebut, silahkan tanyakan kepada mayoritas warga yang ada di sana,” katanya sambil tersenyum.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: