oleh

Memasyarakatkan Pasar Modal, OJK Bentuk PED

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Demi untuk lebih memberikan pengetahuan tentang pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membentuk Perusahaan Efek Daerah (PED).

Hal ini dikatakan Deputi Direktur Pengembangan Transaksi Lembaga Efek dan Manajemen Krisis Pasar Modal OJK, Arif Safarudin Suharto di Hotel mercure Banjarmasin, Kamis (7/11/2019).

“Ini dilakukan karena kurangnya pemahaman dan akses masyarakat terhadap pasar modal serta terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18/POJK.04/2019 tentang Perusahaan Efek Daerah pada Agustus 2019 lalu,” ujarnya

Ia pun mengungkapkan berdasarkan survei literasi dan inklusi di pasar modal sangat rendah dibanding perbankan.

“Literasi pemahaman masyarakat terkait pasar modal sebanyak 4% dari 8 ribu koresponden, sedangkan literasi nasional mulai dari perbankkan, Knb, pasar modal mencapai 29,66%, literasi pemahaman masyarakat sudah mencapai 28% sangat rendah tingkat pemahamannya dari survei terhadap pasar modal,” paparnya.

Ditambahkannya, akses pasar modal hanya 1% dari seluruh koresponden, untuk nasional sebanyak 67%, dan perbankkan 63% lebih tinggi, ini disebabkan karena perbankan sudah sangat lama ada dan mendapat dukungan pemerintah sangat besar, sehingga bank lebih cepat diterima masyarakat.

Untuk itu, OJK menginisiasi PED didirikan di daerah provinsi untuk melayani masyarakat, salah satunya di Kalsel, dengan mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) Implementasi POJK tentang Perusahaan Efek Daerah.

“Adanya PED yang didirikan oleh tokoh daerah dan bekerjasama dengan Bank Kalsel, maka akan lebih mudah untuk memasyarakatkan pasar modal, tentunya dengan dukungan pemerintah daerah,” ucapnya.

Lagi pula modal awal yang dikeluarkan dalam pembentukan PED hanya berkisar Rp 5 Miliar, karena dalam tata kelola tidak memerlukan komisaris independen dan laporan modal bersih disesuaikan.

“OJK akan terus berupaya mensosialisasikan kepada pemerintah daerah soal PED ini,” sebut Arif.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Regional IX Kalimantan, Abidin Rahman mengatakan telah bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), setiap Rabu di pekan ke empat setiap bulan menggelar sosialisasi pasar modal.(ags/yon)

Komentar

Jangan Lewatkan