Megawati Tegaskan Keputusan Jokowi Soal Kenaikan Harga BBM Sudah Tepat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri mengatakan keputusan Presiden Jokowi menaikkan harga BBM sudah tepat. (Suara.com/Bagaskara)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, keputusan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi jumlah subsidi yang diikuti dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah dipertimbangkan secara matang.

JAKARTA, koranbanjar.netDiketahui pemerintah menaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu (3/9/2022) lalu.

Selain itu pemerintah juga menaikkan harga BBM subsidi untuk solar dari Rp5.150 rupiah per liter menjadi Rp6.800 per liter. Kemudian, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah menyesuaikan harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Bagi Megawati keputusan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga BBM itu sudah tepat dan tidak hanya asal-asalan.

“Situasi ini kan tentunya tidaklah begitu gampang, tidak asal-asalan saja dinaikkan BBM,” kata Megawati dalam siaran persnya, Kamis 15 September 2022.

Karena itu Megawati menilai keputusan dari jajaran pemerintahan Jokowi tidak mudah. Megawati pun berkilah dukungan ini bukan karena Presiden Jokowi berasal dari partainya.

“Ini bukannya karena kebetulan presiden, Pak Jokowi itu adalah presiden yang diusung oleh PDI Perjuangan, ya. Saya tahu juga nanti bisa sampai dibawa-bawa urusan PDI Perjuangannya,” ujarnya.

Ia mengaku, sebagai sosok berpengalaman di pemerintahan yang pernah memangku jabatan presiden dan wakil presiden, dirinya mencoba mempelajari situasi. Ia kemudian menilai kenaikan harga BBM tersebut sebenarnya sudah sangat jelas.

“Bahwa sebenarnya masalah BBM itu kalau kita pelajari dengan baik, memang ya itu malah memberikan sebuah kesempatan. Bagaimanapun juga kita kan tak bisa (mempertahankan harga lama). Kalau nanti tidak dinaikkan, lalu situasi kondisinya malah menjadi lebih sulit, lalu bagaimana?” katanya.

Megawati mengungkapkan keprihatinannya masih adanya pihak yang tidak mau berusaha memahami kondisi yang ada tersebut. Padahal, kondisi saat ini memang berat karena Indonesia dan dunia belum sepenuhnya keluar dari pandemi Covid-19.

“Sehingga pendanaan untuk Covid-19 tidak bisa begitu saja dialihkan demi menambah subsidi BBM,” ucapnya.

“Jadi jangan justru dibalik, ya. Bahwa memang Covid-19 ini juga seperti sebuah pertimbangan yang tidak mudah, apakah dilepas saja? Tapi kan nanti (kalau dilepas) yang kena juga rakyat. Artinya kan bisa makin banyak yang menderita, kan begitu antara lain pertimbangan-pertimbangannya,” pungkasnya. (Bay/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *