Masyarakat Dilarang Mudik, Sopir Travel; Apa Ada THR dari Pemerintah?

  • Bagikan
Loket tempat biasanya sejumlah travel makan siang.(Foto: Agus Hasanudin)
Loket tempat biasanya sejumlah travel makan siang.(Foto: Agus Hasanudin)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu menyatakan, larangan ke seluruh warganya untuk tidak melakukan mudik ke luar daerah. Pasalnya, Bumi Bersujud saat ini dikategorikan sebagai zona merah Covid-19.

TANAH BUMBU, koranbanjar.net- “Yang jelas Satuan tugas (Satgas) Covid-19 mengatakan, kalau ada zona merah jangan keluar. Karena itu ‘kan membawa ke sana. Nah, sekarang Tanbu zona merah semua. Jadi kalau zona merah itu tidak ada tawaran,” ungkap Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu, DR H. Ambo Sakka belum lama tadi.

Larangan ini pun diklaim sangat berdampak terhadap pemilik jasa transportasi. Dampak menjelang lebaran ini diakui, salah satu sopir transportasi jenis travel di Tanah Bumbu, H. Supriadi begitu kecewa dengan kebijakan tersebut.

“Siapa yang melarang orang cari duit ? Apa sopir ada tunjangan hari raya (THR) dari pemerintah?” ujarnya menyampaikan penolakan kebijakan tersebut kepada awak media ini, Jumat (30/4/2021).

BACA JUGA; Dishub Akan Pantau Semua Jalur Moda Transportasi di Kotabaru

Menurut dia, bukannya menjelang lebaran tahun bisa mendapat penghasilan tambahan, tetapi malah semakin merana karena tidak bisa membawa penumpang.

“Kalau saya tidak ada tanggapan, cuma seperti biasa kalau ada penumpangnya berangkat, kalau mau tidak memperbolehkan jalan, baik SPBU yang ditutup untuk Tanbu, gimana? Pasti semuanya aman,” tuturnya.

Menurutnya, semenjak adanya virus Covid-19 dari menjelang lebaran seperti tahun lalu, ia mengutarakan, penumpang berkurang pesat.

Selain itu, tiap tahun mobil travel yang kian bertambah banyak, serta saat ini rata-rata telah memiliki loket pribadi.

Berbeda dengan dua tahun silam, yang masih hanya ada beberapa.” Sekarang bertambah banyak,” ujarnya.

BACA JUGA; 8 Pilihan Transportasi Umum di Kalsel Bagi Wisatawan

Padahal, biaya kebutuhan hidup diutarakannya saat ini kian melonjak dibandingkan pendapatannya sebagai seorang sopir yang kadang menuju ke Banjarmasin bisa hanya mendapat dua penumpang saja.

“Ya mau bagaimana lagi, engga kerja ya ngga bisa makan, jadi biar sedikit dapatnya penumpang ya tetap disyukuri saja,” tandasnya.(ags/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *