oleh

Massa Mahasiswa-Ulama Berdemo Di Depan DPRD Kalsel

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Massa dari mahasiswa bersama beberapa ulama dan tokoh Banua menggelar demo di depan Kantor DPRD Kalsel, Jum’lat (8/11/2019) siang. Mereka menuntut keadilan terhadap ulama dan bendera tauhid.

Aksi aksi bela ulama ini diikuti kurang lebih 100 orang dari Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin.

Koordinator lapangan Faidi Rijani menerangkan, tujuan dari aksi ini sebagaimana diketahui banyaknya pemberitaan di media saat ini persekusi ulama, aktivis mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah.

“Karena kritis ini, pemerintah mempersekusi termasuk bendera tauhid, juga dilarang. Padahal kan bendera tauhid itu bendera nya Rasulullah, benderanya umat Islam, bukan bendera organisasi tertentu, jadi kenapa harus dilarang,” tegasnya.

Ia menjelaskan kurang lebih 2 jam mereka berorasi namun tidak satupun Anggota DPRD keluar untuk mendengarkan apa aspirasi umat islam di Banjarmasin.

Massa Mahasiswa-Ulama Berdemo Di Depan DPRD Kalsel

“Anggota dewan tidak ada keluar. Kami tahu mereka ada di dalam tapi tidak ada tanggapan, kami kan juga sebelum melakukan aksi juga kami mengirim surat tapi tidak ada respon,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya mengharapkan, agar tidak ada lagi namanya istilah ulama radikal, sehingga menyebabkan terjadinya kriminalisasi terhadap ulama kritis terhadap pemerintah.

“Jadi kritik ulama itu bentuk kritis mereka, dan itu kritik yang membangun, mereka ingin solusi, bahwa pemerintah itu ada yang keliru, sehingga ulama ini bersuara menyampaikan solusi,” tuturnya.

Sebelumnya, marak beredar pemberitaan ulama kritis maupun mahasiswa yang pada akhirnya ulama dipenjara, bahkan ada salah satu mahasiswa diberhentikan kuliah. Padahal mereka hanya mengkritisi pada pemerintah. Di mana, kritik tersebut menurutnya hanya untuk membangun.

Pantauan koranbanjar.net- mereka berangsur membubarkan diri sekitar pukul 15.30 Wita setelah berdemo selama 2 jam dari pukul 13.30 Wita. (ags/dra)

Komentar

Jangan Lewatkan