Masalah Jamban dan Titian Menjadi Momok Bagi Warga Mantuil Banjarmasin Bertahun-tahun

Kekumuhan Kampung Mantuil Banjarmasin dengan jamban yang memadati bantaran sungai. (foto: leon)
Kekumuhan Kampung Mantuil Banjarmasin dengan jamban yang memadati bantaran sungai. (foto: leon)

Masalah jamban (WC) yang menjamur di bantaran sungai serta sarana jalan yang hanya berupa titian menjadi momok bagi warga Kampung Mantuil, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, hingga memasuki tahun 2022 ini.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Dewan Kelurahan Mantuil, Hamdani kepada koranbanjar.net, Minggu (2/01/2022) mengungkapkan, dua permasalahan tersebut yang paling sering dikeluhkan banyak warga Mantuil.

“Dua masalah ini sudah bertahuan-tahun diperkirakan kurang lebih lima tahun,” ujarnya.

Padahal dikatakan, setiap tahun, setiap ada pertemuan dengan aparat pemerintah, Lurah, Camat maupun Dinas terkait, pihaknya selalu menyampaikan dua persoalan itu. “Setiap ada pertemuan atau di musrenbang selalu disampaikan,” ucapnya.

Adapun persoalan titian, menurutnya mayoritas penduduk di Mantuil tinggal di pinggir sungai, sehingga akses jalan satu-satunya menuju keluar kampung hanya melewati titian tersebut, salah satu contoh masyarakat Pulau Bromo yang terdiri dari 4 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk 1.500 jiwa.

“Sebanyak itu penduduknya, setiap hari melakukan aktivitas, rutinitas, satu-satunya jalan hanya lewat titian itu, bagaimana tidak rusak, tak berapa lama hancur lagi, jadi perbaikan hanya swadaya masyarakat,”  bebernya.

Titian sebagai jalan untuk transportasi warga Mantuil Banjarmasin.
Titian sebagai jalan untuk transportasi warga Mantuil Banjarmasin.

Lain halnya lanjut Hamdani di kawasan Antasan Bondan hingga ke Perigi masih di Kelurahan Mantuil, masih ada jalan alternatif yakni jalan tanah atau jalan aspal.

Disinggung soal prioritas pembangunan titian di tahun ini berdasarkan SK Kumuh.

Di mungkinkan titian di wilayah RT 1 Antasan Bondan yang mendapat giliran penggantian setelah baru saja Pemerintah Kota merehabilitasi jalan titian di RT 17 Antasan Bondan menjadi jalan semen atau beton.

“Kalau menurutku, justru Pulau Bromo yang lebih diutamakan, walaupun tidak berdasarkan SK Kumuh, kita lihat kondisi dan berapa lama keadaan titian itu, di samping jumlah penduduk yang banyak,” terangnya.

Sementara permasalahan lainnya, yakni bangunan jamban di bantaran sungai. Berdasarkan pengamatannya, untuk kawasan Kuin Kecil dari RT 14 sampai 15, ada kurang lebih 100 jamban milik warga yang masih berdiri di bantaran sungai.

“Jadi tiga hari yang lalu, saya bersama Lurah dan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menyisir sungai menuju Kuin Kecil, kami melihat masih banyak jamban berdiri,” tuturnya.

Sementara ini, sambungnya yang mendapatkan bantuan WC dari Kementerian Kesehatan RI ada 12 WC di RW 01, dan 15 WC di RW 02, total ada 27 WC bantuan Kemenkes RI tahun 2021.

Adapun biaya pembangunan 12 buah WC di RW 01 totalnya Rp50 juta, sedangkan di RW 02 dengan 15 WC menghabiskan dana sekitar Rp150 juta.

“Sebenarnya masih banyak permasalahan-permasalahan lainnya di mantuil ini,” tukasnya.(yon/sir)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.