oleh

Mantan Menteri LH: Pengelolaan Geopark Meratus Harus Libatkan Masyarakat Lokal

BANJARBARU, koranbanjar.net – Wilayah pegunungan Meratus yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah menjadi kawasan geopark (taman bumi) di Kalsel, dikatakan Mantan Menteri Lingkungan Hidup RI, Gusti Muhammad Hatta, bisa menjadi kawasan konservasi yang berpotensi mendunia.

“Sebab menurut ahli geologi, Geopark Meratus memiliki keunikan tersendiri dan beda tampilannya dibanding dengan geopark lainnya. Entah itu dari segi batuan atau proses geologinya saya tidak mengerti. Namun yang pasti karena geopark ini sifatnya konservasi, tentu itu merupakan hal baik untuk kita ke depan, bahkan geopark bisa mendunia,” paparnya kepada wartawan usai Sosialisasi Geopark dan KCAG di aula BPKB Banjarbaru, Senin (5/8/2019).

Saat ini, lanjut Hatta, evaluasi yang harus dilakukan untuk Geopark Meratus yaitu dari segi pengamanan dan persiapan pengelolaannya. Upaya tersebut harus melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat lokal.

Jika nanti Kalsel dipilih menjadi wilayah ibu kota baru Negara Indonesia, apakah akan berdampak buruk bagi Geopark Meratus? Pria kelahiran Banjarmasin itu menjawab tidak.

“Saya rasa sepertinya itu tidak berpengaruh bagi Geopark Meratus. Jika ibu kota negara memang pindah ke Kalsel, Geopark Meratus nanti malah bisa dijadikan background (latar belakang) yang patut dipertahankan dan dijaga,” kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Menristek RI 2011—2014 itu.

Sebab, dijelaskan Hatta, calon ibu kota baru negara rencananya harus memiliki kawasan hijau hingga 50 persen.

“Sangat beda dengan dulu yang tata ruangnya palingan hanya 10 sampai 20 persen (memiliki kawasan hijau),” ujar mantan dosen Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru itu.

Kalimantan, tambah Hatta, merupakan simbol paru-paru dunia yang kelestarian kawasan hutannya harus dijaga. “Kalau bolong (hutan Kalimantan mengalami kerusakan) ya pasti kita yang malu,” ucapnya. (ykw/dny)

Komentar

Berita Terkini